WhatsApp Business API 2026: Chat 100/Hari Bisa Kena Biaya Rp5 Juta

WhatsApp Business API 2026: Chat 100/Hari Bisa Kena Biaya Rp5 Juta
Ilustrasi (AI)

Seratus percakapan pelanggan per hari lewat WhatsApp terdengar seperti angka yang mudah dikelola. Namun mulai 1 Oktober 2026, ketika skema biaya pesan WhatsApp Business API berubah, volume sekecil itu bisa berubah menjadi puluhan ribu pesan keluar berbayar dalam sebulan.

Simulasi: dari 100 Percakapan Jadi 14.000 Pesan Berbayar

Dengan asumsi 100 percakapan per hari, 30 hari dalam sebulan, dan rata-rata lima balasan bisnis untuk tiap percakapan, hasilnya sekitar 15.000 pesan keluar per bulan. Setelah dikurangi kuota gratis 1.000 pesan layanan, tersisa sekitar 14.000 pesan berbayar. Dengan kisaran tarif publik sekitar Rp350 per pesan, estimasi tambahan biayanya bisa mendekati Rp5 juta per bulan. Angka ini hanya simulasi, bukan tagihan pasti, karena kategori dan ketentuan biaya bisa berbeda tiap bisnis.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Kenapa Rata-Rata Balasan Mudah Membengkak

Alur percakapan layanan pelanggan sering diawali salam, permintaan identitas, nomor transaksi, penjelasan masalah, baru solusi diberikan. Jika pelanggan berpindah petugas atau mengulang informasi, jumlah balasan per kasus bisa jauh lebih banyak. Sensitivitasnya cukup besar: pada 100 percakapan per hari, rata-rata tiga balasan menghasilkan 9.000 pesan keluar per bulan, sementara delapan balasan bisa mencapai 24.000 pesan.

Cara Menekan Volume Tanpa Mengurangi Akses

Barantum, penyedia platform CRM dan WhatsApp Business API, menyarankan bisnis memilah kebutuhan pelanggan: mana yang bisa diselesaikan lewat FAQ atau formulir, dan mana yang benar-benar butuh percakapan langsung. Fitur seperti live chat, chatbot, dan omnichannel disebut dapat membantu tim melihat riwayat pelanggan dalam satu inbox sehingga informasi tidak perlu diulang, sekaligus memantau apakah penurunan jumlah pesan benar-benar mencerminkan penyelesaian masalah, bukan pelanggan yang berhenti merespons.

Catatan Redaksi. Perubahan ini pada dasarnya menandai pergeseran WhatsApp Business API dari tarif berbasis percakapan, yakni satu sesi 24 jam dihitung sebagai satu unit biaya berapa pun jumlah pesannya, menjadi tarif per pesan individual, sehingga biaya kini mengikuti jumlah balasan yang dikirim, bukan jumlah pelanggan yang dilayani. Artikel ini bersumber dari siaran pers Barantum, penyedia CRM dan WhatsApp Business API yang fitur live chat, chatbot, dan omnichannel-nya turut disebut sebagai cara menekan volume pesan.

Sumber: Barantum.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan