Maxim Bagikan 10.000 Masker Gratis di Kota Terdampak Karhutla 2026

Maxim Bagikan 10.000 Masker Gratis di Kota Terdampak Karhutla 2026

Aplikator transportasi daring Maxim menggelar aksi sosial berupa pembagian masker gratis di sejumlah wilayah Indonesia yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Total sekitar 10.000 masker dibagikan langsung kepada pengguna jalan, mitra pengemudi, dan masyarakat sekitar sebagai upaya cepat mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

Digelar Serentak di Sejumlah Kota

Kegiatan ini berlangsung serentak di berbagai area yang terpapar asap, di antaranya Bengkalis, Biak, Banjarmasin, Ketapang, Kumai, Muara Bungo, Palangkaraya, Pangkalan Banteng, Pekanbaru, Pontianak, dan Tarakan. Pemilihan lokasi didasarkan pada tingkat keparahan kabut asap yang mengganggu aktivitas warga di luar ruangan.

Bacaan Lainnya

Development Director Maxim Indonesia, Dirhamsyah, menyatakan bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas perusahaan saat menghadapi krisis lingkungan seperti karhutla. Menurutnya, kabut asap tebal berdampak langsung pada kualitas udara sehingga pembagian masker menjadi langkah cepat agar masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan lebih aman.

Respons dari Daerah Terdampak

Di Pontianak, Head of Subdivision Maxim setempat, Dwi Janarko, menyebut kualitas udara kota tersebut sempat berada pada tingkat kurang sehat akibat asap. Pembagian masker, katanya, dimaksudkan agar mitra pengemudi dan warga sekitar mendapat perlindungan diri yang memadai saat beraktivitas sehari-hari.

Hal senada disampaikan Head of Subdivision Maxim Pekanbaru, Fadil Muhammad, yang ikut turun langsung membagikan masker di titik-titik ramai. Ia berharap bantuan sederhana ini bisa bermanfaat sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang tidak bersahabat.

Catatan Redaksi. Kabut asap karhutla mengandung partikel halus (PM2.5) yang bisa masuk ke saluran pernapasan lebih dalam dibanding debu biasa, sehingga kualitas udara turun drastis meski jarak pandang masih terlihat normal. Masker, terutama jenis yang menyaring partikel halus, berfungsi menahan sebagian partikel ini agar tidak terhirup langsung, bukan menghilangkan asap dari udara sekitar.

Sumber: Maxim Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan