Sanct Rilis Film Pendek Ketiga soal Perantau Belum Pulang

Sanct Rilis Film Pendek Ketiga soal Perantau Belum Pulang

Sanct, aplikasi media sosial yang mengharuskan pertemanan pertama dimulai dari pertemuan langsung, merilis episode ketiga seri film pendeknya di YouTube. Film ini mengisahkan Keisha, perantau yang bekerja di Singapura, yang harus mengabari keluarganya di Jakarta bahwa ia belum bisa pulang seperti yang dijanjikan sebelumnya.

Dalam cerita tersebut, Keisha menyampaikan kabar itu kepada adiknya, Clarissa, lewat grup keluarga di aplikasi. Alih-alih hanya meminta maaf, Keisha mengajak keluarganya berkumpul malam itu juga lewat fitur bernama Sanctum, semacam ruang virtual dalam aplikasi yang terbuka setiap hari pukul 18.00. Orang tua mereka di rumah, Clarissa di kantornya, dan Keisha di Singapura pun “bertemu” secara virtual meski tak bisa pulang.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Pertemanan dimulai dari tatap muka

Konsep utama Sanct adalah pertemanan yang diawali dari pertemuan fisik: pengguna menambahkan teman pertama dengan saling memindai kode QR secara langsung. Setelah memiliki lima teman, fitur pencarian baru terbuka, namun hanya menjangkau jaringan teman dari teman. Pengguna juga dapat mengatur siapa saja yang bisa melihat setiap momen yang dibagikan. Aplikasi ini tidak memiliki iklan maupun linimasa publik, dan menyatakan tidak menjual data pengguna ke pihak ketiga.

Menurut pendiri Sanct, Sion Abednego, aplikasi ini dibuat untuk menjembatani keluarga yang berjauhan akibat merantau. “Kami tidak bisa memperpendek jarak itu. Sanct hanya jembatannya, supaya yang jauh di mata tetap dekat di hati,” ujarnya.

Dari closed beta ke peluncuran publik

Sanct membuka closed beta pada 23 Agustus 2026 di kawasan Car Free Day Senayan, Jakarta, dan mencatat 147 pendaftar pada hari pertama. Dalam sepekan, jumlah pengguna aktif melampaui 150 orang dengan lebih dari 1.600 orang masuk daftar tunggu. Kini Sanct resmi meluncur di Product Hunt pada 15 September 2026, serta membuka booth di Tech in Asia Conference 2026 di Sands Expo and Convention Centre, Singapura, pada 15-16 September. Aplikasi ini akan tersedia lebih dulu di Indonesia, Malaysia, dan Singapura dengan model freemium tanpa iklan.

Catatan Redaksi. Verifikasi berbasis pertemuan tatap muka lewat pemindaian kode QR adalah cara aplikasi ini memastikan setiap kontak awal benar-benar dikenal secara fisik, berbeda dari media sosial umumnya yang membuka pertemanan lewat pencarian nama atau nomor telepon. Model freemium berarti aplikasi bisa diunduh dan dipakai gratis dengan fitur dasar, sementara fitur tambahan biasanya berbayar, dan karena tidak memuat iklan, pendapatan aplikasi jenis ini umumnya bergantung pada langganan pengguna.

Sumber: Sanct Social.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan