
LRT Jabodebek memastikan operasional perjalanan tetap berjalan normal meskipun sejumlah wilayah terdampak sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Manajemen menyatakan pemantauan terus dilakukan terhadap kondisi operasional, sarana, dan prasarana demi menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan hingga saat ini sebaran abu vulkanik belum berdampak pada perjalanan kereta. Koordinasi dengan petugas di lapangan disebut berjalan berkelanjutan untuk mengantisipasi perubahan kondisi yang mungkin terjadi.
Baca juga:
- LRT Jabodebek Andal Saat Cuaca Ekstrem, Rekor Pengguna Harian Tembus 123.276
- LRT Jabodebek Andal Saat Cuaca Ekstrem, Rekor Pengguna Harian Tembus 123.276
Andalkan Otomasi dan Petugas di Lapangan
LRT Jabodebek beroperasi dengan sistem Grade of Automation (GoA) Level 3 yang memungkinkan kereta berjalan secara otomatis. Meski begitu, setiap perjalanan tetap diawasi oleh train attendant yang berada di dalam rangkaian untuk memantau kondisi secara langsung, termasuk jarak pandang selama perjalanan berlangsung.
Dari sisi teknis, sistem penggerak LRT Jabodebek menggunakan third rail yang bagian atasnya sudah dilengkapi pelindung atau cover. Komponen ini berfungsi sebagai proteksi dini agar sistem penggerak terhindar dari benda asing, termasuk potensi paparan abu vulkanik.
LRT Jabodebek mengimbau penumpang untuk tetap tenang dan mengikuti informasi terbaru melalui kanal komunikasi resmi perusahaan. Pengguna juga disarankan mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan demi menjaga kesehatan selama kondisi abu vulkanik berlangsung. Setiap perubahan atau penyesuaian layanan akan diinformasikan lebih lanjut melalui kanal resmi.
Catatan Redaksi. GoA Level 3 adalah standar otomasi kereta di mana rangkaian bisa berjalan dan berhenti sendiri tanpa masinis, namun tetap ada train attendant untuk penanganan darurat dan pemantauan visual. Third rail adalah rel ketiga bertegangan listrik di samping rel utama yang menjadi sumber daya kereta, berbeda dari kereta yang menarik listrik dari kabel atas (LAA), sehingga penutup pelindungnya berperan penting mencegah partikel asing seperti abu vulkanik mengganggu aliran listrik ke kereta.
Sumber: LRT Jabodebek.





