
Startup asal Indonesia, Sanct, merilis dua film pendek berdurasi satu menit di kanal YouTube resminya sebagai bagian dari kampanye menjelang peluncuran aplikasinya di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Alih-alih beriklan langsung, Sanct memilih mendekati calon pengguna lewat cerita keseharian.
Film pertama diangkat dari kisah nyata seorang pengguna beta bernama Clarissa, yang menceritakan harinya yang berat namun hanya membagikan sebuah lagu ke lingkaran pertemanannya di Sanct. Dari situ, sahabat-sahabatnya tahu ada yang tidak beres dan datang menghibur. Film kedua menampilkan fitur obrolan grup keluarga dan check-in lokasi, lewat percakapan Clarissa dengan kakaknya yang tinggal di Singapura soal rencana pulang.
Berteman Harus Bertemu Langsung Lebih Dulu
Konsep utama Sanct adalah mengharuskan dua pengguna bertemu langsung dan saling memindai kode QR sebelum bisa berteman di aplikasi. Dengan cara ini, lingkaran pertemanan setiap pengguna hanya berisi orang yang benar-benar dikenal, dan momen yang dibagikan pun hanya sampai ke orang-orang terdekat. Fitur lain yang sudah berjalan di masa closed beta antara lain grup obrolan keluarga, check-in lokasi yang hanya terlihat lingkaran sendiri, komentar berupa stiker dan lagu, serta karakter maskot bernama Sancty yang menyapa pengguna di momen tertentu.
Ribuan Orang Menunggu Giliran
Sanct membuka closed beta pertama kali pada 23 Agustus 2026 di Car Free Day kawasan Senayan, Jakarta, dan mencatat 147 pendaftar pada hari pertama. Sepekan berselang, jumlah pengguna aktif sudah melampaui 150 orang, sementara lebih dari 1.600 orang lain masih mengantre di daftar tunggu. Pendaftaran gelombang kedua masih dibuka bagi yang ingin mencoba lebih awal.
Pendiri Sanct, Sion Abednego, mengatakan pihaknya ingin pesan di balik dua film pendek itu tersampaikan ke publik. “Semua orang berhak punya waktu berkualitas dengan orang-orang terdekatnya. Sanct hanya jembatannya,” ujarnya. Ke depan, Sanct akan berjalan dengan model freemium, di mana fitur inti tetap gratis dan fitur premium opsional baru menyusul setelah peluncuran resmi.
Catatan Redaksi. Verifikasi lewat pindai kode QR tatap muka adalah cara memastikan identitas pengguna di dunia nyata sebelum terhubung secara digital, berbeda dari medsos umum yang mengandalkan pencarian nama atau nomor telepon sehingga pertemanan bisa terjalin tanpa pernah bertemu. Pendekatan ini membuat jangkauan unggahan otomatis terbatas pada lingkaran kecil yang saling kenal, sementara model freemium berarti fitur dasar aplikasi tetap gratis dan pendapatan baru diharapkan datang dari fitur tambahan berbayar di kemudian hari.
Sumber: Sanct Social.





