
PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) resmi merampungkan seluruh proyek East Coast Rail Link (ECRL) di Malaysia yang menjadi tanggung jawabnya, ditandai dengan energized-nya Feeder Station (FS) 10 di Gombak pada 29 Juni 2026. Pencapaian ini melengkapi tiga feeder station lain yang lebih dulu rampung, yakni FS 01, FS 02, dan FS 09.
Proyek Luar Negeri Pertama PLN NPC
ECRL menjadi proyek internasional perdana bagi PLN NPC. Perusahaan mengerjakan skema design and build untuk elektrifikasi di empat titik, meliputi pembangunan Switching Station 132 kV, instalasi jaringan transmisi udara (OHL), kabel bawah tanah (UGC), hingga sejumlah pekerjaan pendukung sistem kelistrikan ECRL.
Rangkaian pengerjaan dimulai dari FS 01 di Tunjung, Kelantan yang energized pada 15 Januari 2026, 15 hari lebih cepat dari target. Disusul FS 09 di Jambu Rias pada 27 Februari 2026, juga lebih cepat sebulan dari jadwal kontrak, serta FS 02 di Seberang Jertih pada 30 April 2026 dengan jalur kabel bawah tanah sepanjang 10 km, yang terpanjang di antara seluruh feeder station garapan PLN NPC. Keempat proyek ini meraih rating bintang lima dari Tenaga Switchgear (TSG) selaku klien, sebagai pengakuan atas standar keselamatan dan kualitas pengerjaan.
Tantangan di FS 10 Gombak
FS 10 Gombak menjadi proyek paling kompleks karena mencakup pembangunan Gas Insulated Substation (GIS) 132 kV, saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 132 kV sirkuit ganda, serta kabel tanah sepanjang sekitar 0,5 km. Teknologi GIS dipilih karena membutuhkan lahan lebih kecil dibanding gardu konvensional, sekaligus lebih tahan terhadap kelembapan, debu, dan polusi, cocok dengan keterbatasan lahan di Gombak.
Pengerjaannya sempat menghadapi kendala akses lokasi yang licin akibat curah hujan tinggi, kondisi geologi berbatu, serta hambatan rantai pasok material dari subkontraktor. PLN NPC merespons dengan menyesuaikan metode kerja dan memperkuat koordinasi bersama TSG, hingga akhirnya mencapai First Commissioning Level 1 pada 29 Juni 2026 sesuai target.
Direktur Utama PLN NPC Hendra Fitria mengatakan rampungnya seluruh proyek ECRL memperkuat rekam jejak perusahaan sebagai penyedia solusi EPC terintegrasi di pasar internasional. Feeder station yang dibangun berfungsi menopang pasokan listrik sistem traksi kereta ECRL, jalur sepanjang 665 km yang menghubungkan Pelabuhan Klang di pantai barat dengan Kota Bharu di pantai timur Malaysia.
Catatan Redaksi. Gas Insulated Substation (GIS) adalah gardu induk yang komponen bertegangan tingginya diisolasi gas, bukan udara terbuka seperti gardu konvensional, sehingga bisa dibangun lebih ringkas dan lebih tahan cuaca serta polusi. Feeder station sendiri berfungsi menyalurkan daya dari jaringan listrik utama ke sistem traksi kereta, yakni motor penggerak yang membuat rangkaian ECRL bisa melaju di sepanjang jalurnya.
Sumber: PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC).





