
PT Elnusa Petrofin (EPN) menegaskan komitmennya menjaga ketahanan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pontianak dan wilayah Kalimantan Barat. Langkah ini diambil untuk merespons dinamika logistik maritim yang sempat memengaruhi jadwal sandar kapal suplai di kawasan tersebut.
Manager Corporate Communication & Relations Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo, mengatakan perusahaan bergerak cepat melalui koordinasi operasional yang solid. Seluruh awak mobil tangki (AMT) dan armada disiagakan dalam kondisi optimal, sementara penyaluran BBM ke SPBU diatur melalui skema kitir agar distribusi lebih merata dan meminimalkan risiko kekosongan stok.
Skema RAE dan Penambahan Armada
Sebagai langkah lanjutan, Elnusa Petrofin mengaktifkan skema Reguler, Alternatif, dan Emergency (RAE). Melalui skema ini, Integrated Terminal Pontianak berperan sebagai titik konsolidasi suplai regional untuk mendukung Jobber Ketapang, Fuel Terminal Sintang, hingga wilayah eks-Jobber Sanggau. Akibatnya, aktivitas dan pergerakan mobil tangki di terminal tersebut meningkat signifikan.
Perusahaan juga menambah lima unit mobil tangki baru melalui skema spot charter untuk mempercepat pengiriman BBM ke SPBU, mengurai antrean di terminal, sekaligus menstabilkan ritme distribusi ke seluruh wilayah Kalimantan Barat. Putiarsa menegaskan bahwa standar Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan, dan Perlindungan Lingkungan (HSSE) tetap menjadi prioritas utama di tengah tingginya intensitas operasional.
Elnusa Petrofin menyatakan akan terus memantau dan mengevaluasi proses penerimaan, penyimpanan, hingga penyaluran BBM secara menyeluruh. Perusahaan juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan.
Sumber: PT Elnusa Petrofin (EPN) via VRITIMES.





