PURANA Gelar Audisi Model Cilik Jelang Ulang Tahun ke-17

PURANA Gelar Audisi Model Cilik Jelang Ulang Tahun ke-17

Rumah mode kontemporer PURANA memulai rangkaian selebrasi ulang tahun ke-17 dengan menggelar aktivasi pra-acara bertajuk “Road to PURANA 17: Purana Kids Model Search” pada Minggu, 9 Agustus 2026. Audisi ini digelar secara eksklusif di Premiere Lounge Central Department Store, Grand Indonesia, Jakarta, dengan dukungan penuh dari Central Department Store.

Aktivasi tersebut bertujuan menjaring talenta cilik beserta perwakilan keluarga yang akan menjadi wajah resmi lini busana anak PURANA KIDS selama satu tahun ke depan. Model-model terpilih rencananya tampil perdana dalam peragaan busana peluncuran resmi PURANA KIDS pada 23 Agustus 2026.

Bacaan Lainnya

Bagian dari Gerakan “Renjana Perca”

Audisi ini menjadi pembuka jalan bagi gerakan ekonomi sirkular “PURANA 17: Renjana Perca” yang berlangsung 14–23 Agustus 2026 di Main Atrium East Mall Grand Indonesia. Gerakan ini mengolah sisa kain perca dari arsip 17 tahun produksi PURANA menjadi berbagai karya, mulai dari struktur instalasi berbahan kardus daur ulang hingga galeri “The Living Archive” yang menampilkan karya 12 seniman kolaborator.

Selain peragaan busana PURANA SS27 x FUGUKU Bags, PURAGRAPH Vol. 2 x Puracha Bags, dan PURANA KIDS, rangkaian acara juga mencakup demo “Waste-to-Weave” serta 14 workshop keberlanjutan yang terbuka untuk publik.

“Selama 17 tahun, PURANA membawa warisan budaya ke dalam gaya hidup modern melalui filosofi ‘Livable Art’. Memperluas visi ini ke generasi penerus lewat PURANA KIDS adalah langkah alami bagi kami,” ujar Nonita Respati, Founder & Chief Creative Officer PURANA.

Gerakan ini turut didukung sejumlah mitra strategis, di antaranya Grand Indonesia sebagai Official Venue Partner, BRI sebagai Official Banking Partner, ParagonCorp sebagai Sustainability Partner, Wardah, serta JIM Models sebagai Model Agency Partner.

Catatan Redaksi. Ekonomi sirkular dalam industri mode berarti memperpanjang usia pakai bahan, dalam hal ini kain perca sisa produksi diolah ulang menjadi instalasi atau produk baru, bukan dibuang begitu saja. Pendekatan ini makin lazim di industri fesyen sebagai respons terhadap limbah tekstil yang selama ini jadi salah satu penyumbang sampah terbesar dari rantai produksi pakaian.

Sumber: PURANA.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan