KAI Daop 2 Bandung Pastikan Prasarana Aman Usai Gempa Pangandaran

KAI Daop 2 Bandung Pastikan Prasarana Aman Usai Gempa Pangandaran

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung memastikan seluruh perjalanan kereta api di wilayahnya kembali berjalan normal setelah gempa bumi yang berpusat di Pangandaran mengguncang wilayah tersebut pada Rabu (5/8) malam. Kepastian ini diperoleh usai petugas prasarana melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh aset operasional.

Inspeksi Menyeluruh Sebelum Kembali Beroperasi

Sebagai langkah standar keselamatan, KAI Daop 2 Bandung sempat menghentikan sementara sejumlah perjalanan kereta api di beberapa lintas untuk memberi kesempatan petugas memeriksa jalur rel, jembatan, terowongan, wesel, persinyalan, hingga infrastruktur operasional lain. Hasil pemeriksaan menyatakan tidak ditemukan kerusakan sama sekali, sehingga seluruh perjalanan yang sempat dihentikan kembali dioperasikan.

Read More

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa penghentian sementara merupakan prosedur wajib setiap kali terjadi gempa yang berpotensi memengaruhi kondisi prasarana perkeretaapian. Ia menegaskan keselamatan pelanggan menjadi prioritas utama sebelum operasional kereta dilanjutkan.

Berkat respons cepat petugas, dampak keterlambatan berhasil ditekan seminimal mungkin, berkisar antara 9 hingga 60 menit dari jadwal seharusnya. Beberapa kereta yang terdampak antara lain KA Lodaya, KA Serayu, KA Mutiara Selatan, KA Kutojaya Selatan, Commuter Line Garut, KA Cikuray, dan KA Kahuripan.

KAI Daop 2 Bandung turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan selama proses pemeriksaan berlangsung. Manajemen menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir untuk kembali menggunakan layanan kereta api di wilayah tersebut karena kondisi prasarana telah dinyatakan aman.

Catatan Redaksi. Penghentian sementara usai gempa merupakan prosedur baku di banyak operator perkeretaapian dunia, bukan hanya di Indonesia. Petugas memeriksa kondisi rel, jembatan, terowongan, dan wesel karena getaran gempa berpotensi menggeser struktur atau merusak sambungan rel meski tidak selalu terlihat kasat mata, sehingga inspeksi fisik tetap diperlukan sebelum kereta dinyatakan aman melintas kembali.

Sumber: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung.

Related posts

Leave a Reply