Pengembangan EcoVillage untuk Meningkatkan Kualitas Hidup * PT Karabha Digdaya Ajak Warga Tapos Kembangkan Kebun Sayur dan Abon Lele

Depok – Kepadatan lingkungan akibat pertambahan jumlah penduduk membuat esensi lingkungan yang bersih dan aman semakin memudar.

Hal ini juga menyebabkan berkurangnya lingkungan yang asri karena keterbatasan warna-warni hijau daun.

Kota Depok, sebagai salah satu daerah penyangga Ibukota, saat ini wilayah hijaunya mencapai 40% dari total luas keseluruhan kota yang mencapai 200,3 Km. Hal ini tidak bisa dihindari mengingat karena semakin banyak warga yang bekerja di Ibukota memilih menetap di Depok.

 

Sejumlah usaha dilakukan Pemerintah Kota Depok untuk menjaga kelestarian, keindahan, dan fungsi lingkungan hidup serta keamanan lingkungan. Mulai dari penghijauan, pembatasan kendaraan berpolusi tinggi, hingga pengelolaan eco-sistem lingkungan.

Adanya penerapan hal-hal tersebut, diharapkan dalam waktu tidak lama lagi Kota Depok yang ramah lingkungan dan memiliki banyak ruang terbuka hijau akan segera tercapai.

 

 

Kolaborasi peran Masyarakat dengan Perusahaan. Berdasarkan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, khususnya di Bagian tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas, dinyatakan bahwa ada peran serta yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan, sehingga hal ini membuat PT Karabha Digdaya terpanggil untuk melakukan kegiatan tersebut.

Menurut Priambodo, Sekretaris Perusahaan PT Karabha Digdaya, keadaan untuk mengembalikan kelestarian lingkungan khususnya di wilayah kerja Perusahaan membuat dirinya dan tim tergerak untuk secepat mungkin mencari solusi terbaik untuk lingkungan sekitar.

“Dari situasi tersebut, kami lantas mendata apa yang menjadi permasalahan di masyarakat terkait lingkungan. Tim lalu menyimpulkan kalau sampah dan penghijauan menjadi masalah utama,” ujarnya.

 

 

Untuk mengatasi permasalahan sampah, PT Karabha Digdaya lantas membuat program pendampingan bank sampah. Program ini bekerja sama dengan pihak Kecamatan Tapos dan Ibu-ibu PKK sebagai penggerak. Seiring berjalannya waktu, dari 5 orang dapat berkembang hingga melibatkan 30 warga yang menjadi nasabah aktif, dalam waktu kurang dari 1 tahun. Mereka berhasil mengumpulkan 1.232,6 kg (1,2 kwintal) sampah rumah tangga yang tidak dibuang langsung ke TPA.

Sampah yang terpilih tersebut kemudian diolah menjadi buku agenda dengan sampul anyaman koran bekas; kotak hampers dan pot bunga dari koran bekas; tas belanja dari karung, baju bekas, dan bungkus minuman; gantungan kerudung, sabun berbahan minyak jelantah, dan celemek dari sampah plastik. Aneka kerajinan Ibu-ibu PKK bekerjasama dengan PT Karabha Digdaya tersebut dapat dilihat di akun Instagram @nusaindahrcraft. Bagi yang tertarik membeli, dapat langsung ke ke Sekretariat Bank Sampah Nusa Indah, beralamat di RT 02 RW 10, Kelurahan Tapos, Kecamatan Tapos, Kota Depok 16953.

 

 

“Perseroan berupaya memberikan contoh bagi masyarakat sekitar untuk menghasilkan produk-produk lain yang bernilai ekonomis serta mampu berperilaku hidup sehat dan bersih. Hal ini demi meningkatkan perekonomian warga sekitar melalui daur ulang sampah,” ujar Priambodo menjelaskan.

Program lanjutan lainnya adalah penanaman tanaman sayur di wilayah Kecamatan Tapos. Penanaman dilakukan oleh warga bersama dengan tim penggerak PT Karabha Digdaya dan Kecamatan Tapos.

“Antuasiasme yang besar terlihat dari banyaknya ibu-ibu yang ikut berkebun. Mereka bahkan menggali dan menggemburkan tanah yang akan dijadikan lokasi perkebunan sayur,” ujar Priambodo.

Keadaan tanah yang cukup subur membuat masyarakat tak harus menunggu hasilnya selama berbulan-bulan. Dalam waktu kurang dari 2 bulan saja, tanaman seperti kangkung sudah bisa dipanen. Hasilnya, sebagian dikonsumsi mereka yang membantu proses berkebun dan sebagian lagi dijual.

 

 

Kepedulian PT Karabha Digdaya selanjutnya terhadap masyarakat sekitar Kecamatan Tapos adalah dengan membuat pelatihan pengolahan dari lele. Pemilihan pengolahan lele pun bukan tanpa alasan. Banyaknya peternakan lele di wilayah Kecamatan Tapos menjadi fenomena tersendiri. Terlebih, belum ada wilayah di Indonesia yang menjadi olahan lele sebagai buah tangan.

“Bisa dilihat kan banyaknya penjual Pecel Lele baik secara kaki lima maupun restoran. Itu sebagai tanda kalau lele sangat dekat dengan masyarakat. Dan jika dikembangkan lagi, banyak juga olahan yang bisa dihasilkan dari lele. Hanya saja belum ada satu daerah yang khusus menjadikan lele sebagai oleh-oleh daerahnya,” jelas Priambodo.

 

 

Dalam proses pelatihan dan pengolahan tersebut, PT Karabha Digdaya mengajak bapak-bapak untuk budidaya lele dan ibu-ibu untuk pengolahannya. Peran serta keduanya dibutuhkan agar hasil yang maksimal bisa didapat. Dalam hal ini pula, PT Karabha Digdaya mengajak salah seorang penggiat sosial untuk memberikan pelatihan mendetil tentang lele.

“Antuasiasme dan potensi masyarakat di Tapos sangat besar. Khususnya untuk pengolahan lele ini. Masyarakat yang dipelopori oleh pihak PKK setempat sangat baik walaupun di awalnya sempat malu-malu,”ujar Ibu Arry, salah seorang penggiat sosial.

Pelatihan dan budidaya dilakukan di sekitaran rumah warga sekali dalam seminggu dengan durasi bisa lebih dari dua jam. Menariknya, antuasias yang tinggi membuat terciptalah satu merek bernama Abon Lele Nusa Indah Khas Tapos.

 

“Sudah, mereka sudah bisa mengolah dengan baik walau masih ada perbaikan di sejumlah tempat. Tapi soal rasa, boleh lah dan harga pun sangat murah. Mulai Rp 20 ribu saja,” katanya.

Ibu Arry berharap nantinya masyarakat Tapos bisa terus mengembangkan usaha olahan lele ini dan menjadikan olahan lele sebagai oleh-oleh khusus khas Tapos.

“Kalau Garut punya dodol, Lampung punya keripik pisang dan kota- kota lainnya punya ciri khas makanannya, saya berharap Tapos bisa dikenal sebagai kotanya olahan lele,” harapnya.

 

 

Totalias masyarakat guna peningkatan ekonomi wilayah. Kedepannya, Priambodo berharap agar penghijauan kampung dengan cara EcoVillage seperti ini akan terus dilakukan oleh masyarakat sekitaran Kecamatan Tapos, Depok. Pasalnya, berkaca dari Salam Rancaege dan Kampung Hijau lainnya di sejumlah kota di Indonesia, tingkat keberhasilan justru dilakukan dengan maksimal oleh masyarakat setempat.

“Tentunya kita dari perusahaan akan terus galakan kegiatan positif seperti ini. Karena selain bisa membuat lingkungan menjadi asri, daya tariknya akan mendatangkan wisatawan-wisatawan baik lokal maupun nasional yang berimplikasi pada pemasukan pendapatan itu sendiri. Dan di sini kita mengharapkan lagi partisipasi masyarakat itu sendiri,” tutupnya.

 Lion Air, Philips, Shopee, Karabha Digdaya, AMD, Aviary Bintaro Hotel, Aston Priority , Inspirational Video, Motivational Video.