
PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Balai Karimun bersama Pemerintah Kabupaten Karimun menggelar aksi penanaman 600 pohon di kawasan Jembatan 2 Coastal Area, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Kegiatan yang berlangsung Jumat (14/8) ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang digarap bersama pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan lain.
Kolaborasi Lintas Pihak
Branch Manager Pelindo Multi Terminal Tanjung Balai Karimun, Joni Hutama, menyebut penghijauan ini sebagai wujud komitmen perusahaan mendukung pelestarian lingkungan sekaligus menata kawasan agar lebih hijau dan nyaman bagi warga. Ia menjelaskan, jenis pohon yang ditanam disesuaikan dengan kondisi tanah setempat melalui kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karimun dan Inhutani.
Sebanyak 600 bibit yang ditanam terdiri dari mahoni, ketapang kencana, tabebuya, dan palem ekor tupai. Pemilihan jenis tanaman ini mempertimbangkan karakteristik lingkungan pesisir Coastal Area agar pohon dapat tumbuh optimal dan memberi manfaat jangka panjang.
Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas lokal, serta dihadiri langsung oleh Bupati Karimun, Iskandarsyah. Ia menyambut baik kolaborasi ini dan menilainya sejalan dengan rencana pemerintah daerah menjadikan Coastal Area sebagai ruang publik yang hijau dan menarik.
Bupati Iskandarsyah menambahkan, keberlanjutan program penghijauan tidak berhenti pada tahap penanaman, melainkan juga bergantung pada pemeliharaan setelahnya. Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Inhutani akan dilibatkan dalam perawatan pohon-pohon yang telah ditanam.
Catatan Redaksi. TJSL adalah sebutan untuk program tanggung jawab sosial perusahaan yang di Indonesia diwajibkan bagi BUMN dan perusahaan tertentu lewat regulasi, semacam padanan istilah CSR yang lebih dikenal luas. Pemilihan jenis pohon seperti ketapang kencana dan palem ekor tupai yang tahan kondisi pesisir juga lazim dalam penghijauan kawasan pantai, karena tanah dan udara di sana cenderung berkadar garam tinggi sehingga tidak semua tanaman bisa tumbuh baik.
Sumber: PT Pelindo Multi Terminal.





