
Layanan KAI Bandara di Yogyakarta mencatat lonjakan penumpang selama periode peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sepanjang 14–18 Agustus 2026, tercatat 41.483 penumpang menggunakan Kereta Api (KA) Bandara YIA, dengan rincian 28.436 penumpang KA YIA Reguler dan 13.047 penumpang KA YIA Xpress.
Tingginya jumlah penumpang tersebut mencerminkan besarnya peran transportasi publik dalam mendukung mobilitas masyarakat menuju dan dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), khususnya di tengah momentum liburan kemerdekaan.
Nuansa Kemerdekaan dalam Pelayanan
Mengusung tema HUT ke-81 RI “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, KAI Bandara turut menghadirkan suasana perayaan lewat penggunaan pakaian tradisional oleh petugas frontliner di wilayah Yogyakarta dan Medan. Langkah ini menjadi bentuk apresiasi terhadap keberagaman budaya sekaligus menciptakan suasana yang lebih hangat bagi pelanggan.
“Momentum kemerdekaan bukan hanya tentang perjalanan bangsa, tetapi juga tentang bagaimana kita memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Melalui semangat kemerdekaan, kami ingin menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin berkesan bagi pelanggan,” ujar Ayep Hanapi, Manager Komunikasi Perusahaan KAI Bandara.
Kegiatan Sosial di Stasiun YIA
Selain layanan transportasi, KAI Bandara juga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah pada 17 Agustus 2026 di Ruang VIP Stasiun Bandara YIA. Kegiatan yang terbuka bagi pelanggan ini mencakup pengecekan tekanan darah, gula darah, konsultasi kesehatan, serta donor darah, hasil kerja sama dengan PT Kimia Farma Apotek dan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kulon Progo.
“Pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah ini merupakan wujud kepedulian KAI Bandara terhadap kesehatan pelanggan sekaligus bentuk kontribusi sosial perusahaan kepada masyarakat,” tambah Ayep.
Catatan Redaksi. KA YIA Reguler dan Xpress sama-sama menghubungkan Stasiun Tugu atau Wates ke Bandara YIA, bedanya pada jumlah pemberhentian dan waktu tempuh, sehingga Xpress dipatok lebih cepat namun dengan tarif dan frekuensi berbeda. Lonjakan penumpang saat libur panjang seperti ini lazim terjadi karena bandara jadi titik keberangkatan dan kepulangan wisatawan sekaligus pemudik lokal.
Sumber: PT Railink.





