
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung terus mendorong masyarakat untuk menjadikan kereta api sebagai pilihan utama transportasi, baik untuk aktivitas harian maupun perjalanan antarkota. Dorongan ini disampaikan seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan yang menuntut sistem transportasi andal dan terintegrasi antarmoda.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyatakan bahwa kereta api tidak bisa berdiri sendiri, melainkan perlu terhubung dengan moda transportasi lain seperti angkutan umum, layanan pengumpan, hingga fasilitas pejalan kaki dan pesepeda. Menurutnya, konektivitas semacam ini akan membuat perjalanan masyarakat semakin mudah dan efisien.
Baca juga:
- Daop 2 Bandung: 3,6 Juta Penumpang KA, Naik 10% di 2026
- Semester I 2026, KAI Daop 2 Bandung Layani 2,77 Juta Pelanggan, Tumbuh 11,2 Persen Dibanding Tahun Lalu
Jutaan Penumpang Sepanjang 2026
Di wilayah kerja Daop 2 Bandung, terdapat 44 stasiun yang melayani naik-turun penumpang, mulai dari KA Commuter Line untuk mobilitas sehari-hari hingga KA Jarak Jauh dengan berbagai kelas layanan. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, tercatat 10.289.085 pengguna KA Commuter Line dan 3.691.261 pengguna KA Jarak Jauh berangkat dari stasiun-stasiun di wilayah tersebut.
Untuk perjalanan jarak jauh, masyarakat dapat memilih berbagai kelas layanan mulai dari ekonomi, eksekutif, Panoramic, hingga Compartment Suite, sesuai kebutuhan dan preferensi masing-masing. Kuswardojo menambahkan, semakin baik keterhubungan stasiun dengan kawasan permukiman, perkantoran, pusat pendidikan, dan destinasi wisata, semakin mudah pula masyarakat menjadikan kereta api sebagai bagian dari rutinitas perjalanan.
KAI Daop 2 Bandung mengajak masyarakat memanfaatkan kereta api guna mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi sekaligus mendukung mobilitas yang lebih tertib. Pemesanan tiket dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI, situs kai.id, maupun mitra penjualan resmi lainnya.
Catatan Redaksi. Konsep konektivitas antarmoda yang disebut Kuswardojo dikenal sebagai transit oriented development atau setidaknya integrasi first mile-last mile, yaitu memastikan penumpang mudah mencapai stasiun lewat angkot, bus, atau jalur pejalan kaki sehingga kereta tidak berhenti sebagai moda yang terisolasi. Adapun beragam kelas KA Jarak Jauh seperti Panoramic dan Compartment Suite adalah layanan tambahan di atas kelas ekonomi dan eksekutif standar, dengan kabin berjendela lebar atau ruang privat, yang mulai ditawarkan KAI dalam beberapa tahun terakhir untuk melengkapi segmen wisata dan perjalanan keluarga.
Sumber: KAI Daop 2 Bandung.





