
Distributor yang mengelola lebih dari dua gudang kerap menghadapi masalah klasik: sistem mencatat stok tersedia, tetapi barang fisik tidak ditemukan di gudang cabang. Situasi ini menyebabkan pengiriman tertunda dan menimbulkan kebingungan antar tim gudang. Menurut i2C Studio, partner resmi Odoo, akar masalahnya bukan jumlah gudang yang terlalu banyak, melainkan data yang tidak menyatu antar lokasi.
Ketika setiap gudang mencatat stok secara terpisah, dampaknya sering tidak terlihat dalam laporan bulanan. Stok bisa menumpuk di satu lokasi sementara gudang lain kehabisan barang yang sama, sehingga pembelian baru dilakukan padahal persediaan sebenarnya sudah tersedia di kota lain. Kondisi ini meningkatkan biaya penyimpanan sekaligus memperlambat perputaran persediaan.
Sentralisasi Data lewat Struktur Lokasi
Pendekatan yang ditawarkan Odoo dimulai dari penataan struktur lokasi gudang, termasuk pembagian zona, rak, dan area karantina dengan kode tersendiri. Sistem ini juga menyediakan lokasi transit untuk barang yang sedang dalam perjalanan antar gudang, sehingga persediaan tetap tercatat meski belum diterima di lokasi tujuan. Aturan pengisian ulang stok pun dapat disesuaikan per lokasi, mengingat pola permintaan setiap cabang biasanya berbeda.
Selain itu, gudang cabang dapat disetel untuk memesan barang ke gudang pusat alih-alih langsung ke pemasok, sehingga pembelian lebih terkonsolidasi dan biaya kirim dapat ditekan. Laporan umur persediaan per gudang juga membantu mengidentifikasi stok yang lambat bergerak agar dapat dipindahkan ke cabang dengan permintaan lebih tinggi.
Pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan nasional yang mencapai 8,04 persen pada triwulan I 2026 menurut Badan Pusat Statistik turut mendorong kebutuhan sistem pencatatan yang lebih rapi di setiap titik penyimpanan. i2C Studio menyebut penerapan sistem semacam ini perlu diikuti dengan penyeragaman kode barang, pemetaan struktur gudang, penetapan aturan stok minimum, hingga pendampingan pada masa awal penggunaan agar hasilnya optimal.
Catatan Redaksi. Artikel ini bersumber dari i2C Studio, partner resmi Odoo yang menjual jasa implementasi sistem tersebut. Sistem ERP multi gudang bekerja dengan menyatukan data stok seluruh lokasi ke satu server pusat sehingga perubahan di satu gudang langsung terlihat di gudang lain, dan lokasi transit dipakai untuk mencatat barang yang sudah keluar dari gudang asal tapi belum tiba di tujuan agar stok tidak hilang sementara di sistem.
Sumber: i2C Studio.





