Peningkatan Kunjungan Wisatawan Pakistan melalui Familiarization Trip

25

Karachi, Pakistan: Dalam rangka meningkatkan promosi pariwisata Indonesia di Pakistan, KJRI Karachi bersama KBRI Islamabad pada tanggal 6 – 14 Oktober 2017 mengemas paket kegiatan Familiarization Trip (Famtrip) dengan menggandeng tour operator dari tiga kota utama di Pakistan (Karachi, Islamabad dan Lahore) yang diwakili oleh 10 orang, wartawan (2 orang) dan perwakilan Thai Airways (3 orang). Kegiatan tersebut meliputi kunjungan ke obyek-obyek wisata di Bali, Yogyakarta dan Jakarta, melakukan pertemuan dengan Association of the Indonesian Tour and Travel Agencies (ASITA) di tiga tempat tersebut dan site visit/hotel inspection ke beberapa hotel.

Rangkaian kegiatan Famtrip di Bali (7 – 9 Oktober 2017) diawali dengan menyaksikan Devdan Show di Nusa Dua Theatre, mengunjungi pengrajin perak ‘Angel of Angel’ Art of Silver (Ubud), melihat dari dekat panorama sawah terasering di Ubud, pantai Legian, berkunjung ke salah satu wilayah percontohan pelayanan publik di Bali (Kabupaten Badung), business meeting dengan para tour operator Bali dilanjutkan dengan site visit/hotel inspection ke beberapa hotel. Untuk lebih memperkenalkan khasanah kuliner Indonesia, santap malam/siang peserta Famtrip disajikan makanan khas Bali.

Kegiatan Famtrip dilanjutkan ke Yogyakarta (10 – 11 Oktober 2017). Diawali dengan business meeting dengan para tour operatorYogyakarta dilanjutkan dengan menyusuri jalan Malioboro, mengunjungi candi Borobudur, mengunjungi Sanggar Nakula Sadewo untuk menyaksikan secara langsung pahat batu. Seperti halnya di Bali, selama di Yogyakarta, para peserta disajikan kuliner khas setempat.

Kegiatan Famtrip terakhir adalah destinasi Jakarta (12 – 14 Oktober 2017). Selama di Jakarta, peserta Famtrip mengunjungi Taman Safari, Dunia Fantasi/Ancol, pusat perbelanjaan, business meeting dengan para tour operator Jakarta. Kuliner menu Nusantara melengkapi sajian santap malam peserta Famtrip selama di Jakarta.

Antusiasme peserta Famtrip mengunjungi obyek-obyek wisata utama di Bali, Yogyakarta dan Jakarta serta komitmen untuk mempromosikan Indonesa di Pakistan merupakan sinyal yang cukup berarti dalam mendukung misi Pemerintah RI dan Perwakilan RI. Mereka bisa melihat langsung fasilitas yang ditawarkan, biaya paket wisata yang relatif terjangkau, keamanan yang kondusif, sistem transportasi yang memadai, dan keramahan masyarakat Indonesia merupakan modal yang sangat berharga dan diapresiasi oleh peserta Famtrip.

Akhir dari kegiatan Famtrip ini diperoleh kesan optimisme meningkatnya jumlah kunjungan turis Pakistan ke Indonesia terasa kuat. Hal ini terlihat dari semangat dan antusiasme serta keinginan para peserta Famtrip untuk mendukung mempromosikan pariwisata Indonesia di Pakistan. Hal lain yang mendukung optimisme tersebut adalah ditandatanganinya nota kesepakatan antara Perwakilan RI dengan tour operator dalam mempromosikan Indonesia di Pakistan dan kebijakan Pemerintah RI yang mengeluarkan Pakistan dari daftar negara calling visa yang efektif berlaku terhitung mulai tanggal 25 Agustus 2017.

(Sumber: KJRI Karachi)