DMAS Optimis Penjualan Akan Melonjak Akhir Tahun Ini

44

JAKARTA, 01 November 2017 — Pengelola kawasan industri PT Puradelta Lestari Tbk. (kode saham: DMAS) optimistis dapat meningkatkan pendapatan hingga akhir tahun ini sejalan dengan adanya sales backlog dalam jumlah cukup besar.

Tondy Suwanto, Direktur Puradelta Lestari, mengatakan hingga akhir September 2017, DMAS membukukan pendapatan Rp493,6 miliar dan laba Rp254,4 miliar. Menurutnya, penjualan perseroan akan meningkat pada akhir tahun ini.

“Hingga saat ini, masih ada backlog penjualan lahan industri yang jumlahnya cukup signifikan. Kami mengupayakan agar sebagian besar backlog penjualan tersebut dapat dibukukan di kuartal empat tahun ini,” ujar Tondy. “Di samping itu, saat ini kami sedang mentuntaskan proses penjualan lahan industri seluas 20 hektar,” tambahnya.

Perusahaan asal Amerika Serikat, Kohler telah berkomitmen untuk menanamkan investasi di Indonesia dengan membangun pabrik di lahan seluas 20 hektare di kawasan industri Greenland International Industrial Center (GIIC) yang merupakan bagian dari Kota Deltamas.

Perusahaan yang berusia 145 tahun ini telah memiliki 50 pabrik di seluruh dunia. Untuk kawasan Asia Pasifik, Kohler telah memiliki 10 pabrik di China selain pabrik baru yang akan dibangun di Kota Deltamas.

“Dengan akan hadirnya Kohler di Kota Deltamas, portofolio sektor industri di kawasan industri kami akan bertambah dan semakin bervariasi. Hal ini juga memperlihatkan bahwa kawasan industri GIIC terus dipercaya oleh investor asing dengan akses dan lokasi yang strategis, serta fasilitas pendukung yang lengkap,” imbuh Tondy.

Sebelumnya, dua perusahaan otomotif ternama SAIC GM Wuling dan Mitsubishi telah beroperasi tahun ini. Pabrik Mitsubishi menempati lahan seluas 51 hektar dan telah mulai beroperasi sejak bulan April lalu, sedangkan Pabrik SAIC GM Wuling menempati lahan seluas 60 hektar dan telah beroperasi sejak bulan Juli lalu.

Hingga akhir September, total penjualan lahan DMAS mencapai 37,5 hektar, dan dengan akan selesainya proses penjualan ke Kohler, maka marketing sales perseroan akan mencapai 57,5 hektar. Dengan penjualan itu, maka target penjualan lahan industri perseroan tahun ini dipercaya dapat tercapai.

Sementara itu, penjualan lahan komersial mencapai 3,8 hektar hingga akhir kuartal ketiga 2017, atau tiga kali lipat daripada penjualan lahan komersial pada akhir semester pertama tahun ini sejumlah 1,3 hektar. Saat ini Perseroan sedang mengembangkan Greenland Square, sebuah pusat perbelanjaan modern di jantung komersial Kota Deltamas. Di samping itu, pengembang AEON Mall telah membeli lahan komersial seluas 20 hektar yang berlokasi di sebelah Serviced Apartment Le Premier yang dioperasikan DMAS.

Perseroan juga akan terus berinvestasi untuk mengembangkan fasilitas pendukung di Kota Deltamas. Hal ini didukung oleh kas yang kuat mencapai Rp541,1 miliar per 30 September 2017. Selain itu, perseroan memiliki ekuitas Rp6,9 triliun dan aset Rp7,3 triliun.

Sekilas tentang PT Puradelta Lestari Tbk.

PT Puradelta Lestari Tbk. adalah pengembang kawasan terpadu Kota Deltamas, yang berlokasi di Cikarang Pusat, dengan luas area pengembangan sekitar 3.053 hektar. Kota Deltamas merupakan kawasan bernilai tinggi di timur Jakarta dengan lokasi yang strategis, cadangan lahan yang luas, akses tol langsung, serta fasilitas dan infrastruktur yang sangat memadai.

PT Puradelta Lestari Tbk., terus mengembangkan infrastruktur kelas dunia yang mendukung self-sustained integrated township, terdiri atas area industri, hunian, ,dan komersial serta mengembangkan fasilitas-fasilitas yang menjamin standar hidup pekerja di kawasan industri, baik bagi penghuni maupun untuk masyarakat di sekitarnya. Beragam fasilitas baru terus bermunculan di kawasan tersebut, mulai dari institusi pendidikan, apartemen sewa, dan rencana pembangunan pusat komersial di Kota Deltamas.

Pemegang saham mayoritas dan pengendali dari PT Puradelta Lestari Tbk. adalah AFP International Capital Pte.Ltd. (53,87%), yang merupakan bagian dari Sinar Mas Land, pengembang terkemuka di Indonesia, dan Sojitz Corporation (25,00%), perusahaan general trading dari Jepang dengan jaringan di lebih dari 50 negara di dunia.