BPSDM Gelar Webinar Pemahaman Mitigasi Risiko Pembangunan Perumahan, Termasuk Pembiayaannya

34

Bandung, 2 Juni 2020 – Untuk memberikan pemahaman mengenai mitigasi risiko pada pembangunan perumahan, termasuk alternatif pembiayaannya, dalam masa pandemi Covid-19, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pusdiklat Jalan, Perumahan, Permukiman dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (JPPIW) mengadakan seminar secara online (webinar) dengan tema Tantangan dan Strategi Pencapaian Target Program Sejuta Rumah Pada Masa Pandemi Covid-19.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Balai Diklat PUPR Wilayah IV Bandung, Selasa (2/6) tersebut diikuti oleh 200 peserta. Kepala Balai Diklat Bandung, Hasto Agoeng Sapoetro, dalam laporannya melalui konferensi video mengatakan, webinar merupakan rangkaian trilogi seminar online yang diinisiasi oleh Pusdiklat JPPIW. Narasumber yang dihadirkan dalam webinar tersebut, antara lain Dirjen Perumahan Kementerian PUPR, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur PU dan Perumahan dan Direktur Consumer And Comercial Landing Bank BTN.

Kepala BPSDM PUPR, Sugiyartanto, dalam sambutannya secara online mengatakan webinar merupakan bagian dari pengembangan kompetensi dan sekaligus sebagai upaya Kementerian PUPR tetap melaksanakan pembangunan infrastruktur di tengah pandemi Covid19, dengan menghadirkan para dirjen dan para narasumber yang telah menguasai bidangnya.

Sugiyartanto menambahkan, pemenuhan akan rumah yang layak huni merupakan tantangan yang berat, sebagaimana Visium Kementerian PUPR 2030 yang antara lain Smart Living 100%.

Lebih lanjut Sugiyartanto mengatakan, pembangunan infrastruktur erat kaitannya dengan SDM. Jadi SDM yang berkualitas, berkompeten, dan professional di bidangnya akan menghasilkan infrastruktur PUPR yang juga berkualitas dan memenuhi tuntutan masyarakat.

Ditambahkan, webinar tersebut juga dimaksudkan untuk memahami kebijakan pemerintah dalam pencapaian target program sejuta rumah. Hal ini juga selaras dengan upaya BPSDM dalam menyusun kebijakan strategi dan program pembiayaan infrastruktur yang kompeten di bidangnya, meskipun masih pada level untuk mengetahui dan memahami. Untuk itu seluruh peserta diharapkan dapat meningkatkan kompetensinya, yang meliputi kompetensi teknis umum, kompetensi terkait dengan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan dan Direktorat Jenderal Pembiayaan Infastruktur pada level mampu mengetahui dan memahami.