RAW BLUE Debut lewat Single “Chronic Blue” Bernuansa Shoegaze

RAW BLUE Debut lewat Single “Chronic Blue” Bernuansa Shoegaze

Band asal Jakarta, RAW BLUE, resmi memperkenalkan diri ke publik lewat single perdana bertajuk “Chronic Blue” yang dirilis secara digital pada 28 Juli 2026. Grup ini digawangi oleh Kornelius Kevin, Chaidir Fadli Rahman, Ghani Noorputrawan, dan Herbert Widodo, yang sebelumnya malang melintang di sejumlah band lain seperti No Excuse, Twisted Games, Frack, Walk Fearless, Cold Skin, The Brandals, dan Expect.

Meski berakar dari musik hardcore dan punk, RAW BLUE memilih menjelajahi warna baru dalam single perdananya dengan memadukan unsur shoegaze, alternative rock, dan slowcore. Hasilnya adalah komposisi yang lebih atmosferik dan reflektif dibanding proyek-proyek musik para personelnya sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Kisah di Balik “Chronic Blue”

Secara tematik, “Chronic Blue” menggambarkan kelelahan emosional seseorang yang berusaha melepaskan diri dari hubungan yang menguras energi, namun masih terjebak dalam kenangan dan proses menerima kehilangan. Nuansa dreamy dan melankolis pada lagu ini turut memperlihatkan sisi personel yang lebih tenang dan kontemplatif.

RAW BLUE bernaung di bawah Haum Entertainment, label independen asal Malang yang selama ini berfokus pada rilisan bergenre emo, shoegaze, dan alternative. Kolaborasi ini bermula dari relasi yang sudah lama terjalin antara Kevin dan pendiri label tersebut.

Single “Chronic Blue” menjadi pembuka jalan menuju EP debut RAW BLUE berisi empat lagu yang dijadwalkan rilis pada Agustus 2026. Saat ini, lagu tersebut sudah dapat dinikmati di berbagai platform streaming musik digital.

Catatan Redaksi. Shoegaze adalah subgenre rock yang muncul di Inggris akhir 1980-an, dicirikan lapisan gitar berefek tebal seperti distorsi dan reverb yang menenggelamkan vokal sehingga terdengar dreamy dan atmosferik, namanya diambil dari kebiasaan gitaris menunduk menatap pedal efek saat manggung. Slowcore, yang juga diusung RAW BLUE, menekankan tempo lambat dan dinamika minim untuk membangun suasana melankolis, kontras dengan hardcore dan punk yang lebih cepat dan agresif seperti latar belakang musik para personelnya.

Sumber: Haum Entertainment.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan