
Harga Bitcoin (BTC) sempat menguat 0,46% dalam 24 jam terakhir per Kamis (30/7), meski masih tercatat melemah 2,48% dalam sepekan. Berdasarkan data CoinMarketCap, BTC diperdagangkan di kisaran US$64.133, setelah sepanjang Juli 2026 bergerak dalam rentang US$60.000–US$68.000.
Di tengah fluktuasi tersebut, platform pertukaran aset kripto Bittime mencatat perubahan preferensi investor dalam mengelola portofolio. Data internal perusahaan menunjukkan minat perdagangan kembali terkonsentrasi pada aset-aset dengan likuiditas tinggi, yakni USDT, Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL).
Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menyebut pergeseran ini mencerminkan sikap investor yang semakin selektif. “Data kami menunjukkan adanya perubahan preferensi perdagangan, dengan aktivitas yang semakin terkonsentrasi pada aset utama seperti BTC, ETH, SOL, dan USDT. Hal ini menunjukkan investor semakin selektif dalam mengalokasikan aset dan menyesuaikan strategi mereka dengan kondisi pasar,” ujarnya.
Minat Saham AS Tokenisasi Melonjak
Selain aset kripto utama, Bittime juga mencatat lonjakan minat terhadap aset global lewat produk Tokenized US Stocks. Volume transaksinya tumbuh 2,5 kali lipat pada Juli 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Lima saham tokenisasi paling diminati adalah SPCXX, NVDAX, CRCLX, MSTRX, dan AAPLX, didorong fitur flexible earn dengan imbal hasil hingga 7% untuk kategori Tokenized AI Stocks.
Ryan menambahkan bahwa tren ini menunjukkan investor Indonesia kini memiliki lebih banyak pilihan diversifikasi, mulai dari aset kripto dan stablecoin hingga saham global dalam bentuk token. Likuiditas, fleksibilitas, dan pengelolaan risiko disebut menjadi pertimbangan utama investor dalam menyusun strategi di tengah dinamika pasar saat ini.
Sumber: Bittime.
