LRT Jabodebek 17 Agustus 2026: Beroperasi hingga Tengah Malam

LRT Jabodebek 17 Agustus 2026: Beroperasi hingga Tengah Malam
Ilustrasi (AI)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperpanjang jam operasional LRT Jabodebek pada 17 Agustus 2026 dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Perjalanan dari Stasiun Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia menuju Jati Mulya dan Harjamukti akan dilayani hingga lewat tengah malam guna mengakomodasi masyarakat yang beraktivitas selama perayaan kemerdekaan.

Pada hari itu, LRT Jabodebek mengoperasikan 430 perjalanan dengan pola operasi seperti hari kerja. KAI juga menyediakan tarif spesial Rp8 untuk seluruh perjalanan, serta mengizinkan penumpang membawa sepeda non-lipat ke dalam kereta sesuai ketentuan yang berlaku.

Bacaan Lainnya

Jadwal Kereta Pertama dan Terakhir

  • Dukuh Atas BSI–Jati Mulya: pertama 06.05 WIB, terakhir 00.30 WIB (dini hari 18/8)
  • Jati Mulya–Dukuh Atas BSI: pertama 05.12 WIB, terakhir 22.03 WIB
  • Dukuh Atas BSI–Harjamukti: pertama 06.09 WIB, terakhir 00.34 WIB (dini hari 18/8)
  • Harjamukti–Dukuh Atas BSI: pertama 05.18 WIB, terakhir 22.12 WIB

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan bahwa perpanjangan layanan ini bertujuan mengakomodasi masyarakat yang mengikuti berbagai kegiatan perayaan kemerdekaan dengan tetap menggunakan transportasi publik yang aman dan nyaman. Ia mengimbau penumpang memperhatikan jadwal keberangkatan terakhir sesuai arah tujuan agar dapat merencanakan perjalanan dengan baik.

Selain memperpanjang layanan, KAI juga menambah 44 personel keamanan di delapan stasiun LRT Jabodebek yang berada di sekitar kawasan wisata dengan potensi lonjakan aktivitas masyarakat, di antaranya Dukuh Atas BSI, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Cikoko, Cawang, Harjamukti, dan Jatimulya. Langkah ini diambil untuk memperkuat pengamanan selama momen perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Catatan Redaksi. Tarif Rp8 pada hari itu bukan angka acak, melainkan simbol tanggal 17 Agustus, mengikuti kebiasaan operator transportasi publik di Indonesia yang sering memberi tarif nominal simbolis saat perayaan HUT Kemerdekaan RI. Penambahan personel keamanan yang difokuskan di delapan stasiun tertentu juga mencerminkan pola umum pengamanan acara besar, yakni menitikberatkan penjagaan di titik dengan potensi kepadatan tinggi seperti kawasan wisata, bukan menyebar merata ke seluruh stasiun.

Sumber: PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan