
PT Railink memperkuat layanan transportasi publik di Sumatera Utara melalui KA Srilelawangsa yang menghubungkan Stasiun Kuala Bingai di Kabupaten Langkat dengan Stasiun Binjai hingga pusat Kota Medan. Layanan ini dihadirkan sebagai alternatif moda transportasi yang terjangkau dan praktis bagi masyarakat sekitar.
Tarif Mulai Rp2.000
Untuk perjalanan dari Stasiun Kuala Bingai menuju Kota Binjai, penumpang hanya perlu membayar tarif mulai Rp2.000. Sementara bagi yang ingin melanjutkan perjalanan hingga pusat Kota Medan, tarif KA Srilelawangsa dipatok mulai Rp7.000. Tarif murah ini ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap transportasi publik sekaligus mempererat konektivitas antardaerah.
Baca juga:
Sepanjang Januari hingga September 2026, PT Railink mencatat sekitar 32 ribu perjalanan penumpang pada relasi Stasiun Binjai–Stasiun Kuala Bingai maupun sebaliknya. Angka ini menunjukkan KA Srilelawangsa cukup diandalkan masyarakat untuk menjangkau kawasan permukiman, pusat pendidikan, hingga aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Manager Komunikasi Perusahaan PT Railink, Ayep Hanapi, menyampaikan bahwa layanan ini merupakan bagian dari upaya mendukung integrasi transportasi di Sumatera Utara. Menurutnya, konektivitas menuju Binjai dan Medan memberi masyarakat pilihan mobilitas yang lebih efisien dan dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
PT Railink juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan memperhatikan jadwal keberangkatan dan ketentuan pembelian tiket yang berlaku. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tarif, dan pemesanan tiket dapat diakses melalui situs resmi maupun media sosial resmi PT Railink.
Catatan Redaksi. PT Railink dikenal sebagai operator kereta bandara, sehingga KA Srilelawangsa yang bertarif Rp2.000-Rp7.000 ini tergolong layanan komuter kelas ekonomi. Tarif serendah itu lazim pada kereta lokal di Indonesia karena memperoleh subsidi PSO (Public Service Obligation) dari pemerintah, yang menekan harga tiket jauh di bawah biaya operasional demi menjaga keterjangkauan transportasi publik.
Sumber: PT Railink.





