
Google.org mengumumkan komitmen pendanaan sebesar USD 1,5 juta kepada Indonesia Open Network (ION) guna mempercepat pembangunan infrastruktur perdagangan digital terbuka di Indonesia. Pengumuman ini disampaikan dalam acara Google & YouTube: AI untuk Ekonomi Kreatif di Jakarta pada 23 Juli 2026, yang sekaligus menjadi ajang peluncuran laporan peluang kecerdasan buatan (AI) bagi ekonomi kreatif nasional.
Dana hibah tersebut akan digunakan untuk memperkuat Digital Public Infrastructure (DPI) yang memudahkan usaha mikro, terutama di wilayah perdesaan, untuk masuk ke pasar digital tanpa dibebani biaya awal yang besar.
Model Jaringan Terbuka, Bukan Marketplace Baru
ION mengadaptasi prinsip Open Network for Digital Commerce (ONDC) dari India dan dikembangkan bersama Kementerian UMKM, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta sejumlah mitra strategis. Berbeda dari marketplace konvensional, ION menghubungkan penjual, pembeli, penyedia pembayaran, logistik, dan lembaga keuangan melalui satu standar teknologi yang sama, sehingga pelaku usaha cukup mendaftar sekali untuk bisa ditemukan di berbagai aplikasi.
Presiden Direktur PT Indonesia Open Network, Bayu Prawira Hie, menegaskan bahwa yang dibangun pihaknya adalah infrastruktur, bukan marketplace baru. Menurutnya, pendekatan jaringan terbuka ini diharapkan mengatasi fragmentasi perdagangan digital sekaligus memberi pelaku usaha keleluasaan memilih layanan pembayaran, logistik, maupun platform penjualan.
Potensi Ekonomi AI Capai Rp910 Triliun
Pengumuman hibah ini bersamaan dengan rilis AI Economic Opportunity Report 2026 yang disusun Google bersama Public First dan Kementerian Ekonomi Kreatif. Laporan tersebut memperkirakan pemanfaatan AI yang lebih merata di kalangan UMKM berpotensi menambah nilai ekonomi hingga Rp910 triliun serta menciptakan lebih dari 510 ribu lapangan kerja baru, mengingat baru sekitar 14,5% UMKM yang memakai AI dibanding 62,5% perusahaan besar.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyebut momentum ini penting agar Indonesia tak hanya menjadi pasar digital besar, tetapi juga pusat lahirnya karya kreatif. ION sendiri menargetkan pemberdayaan 100 ribu usaha mikro pada tahun pertama operasinya.
Sumber: Siaran pers Google.org/vritimes.com.





