Sanggabiz Raih Hibah UGM Startup Grant 2026, Kembangkan Sanggabright

Sanggabiz Raih Hibah UGM Startup Grant 2026, Kembangkan Sanggabright
Ilustrasi (AI)

Startup penyedia solusi bisnis berbasis kecerdasan buatan, Sanggabiz, resmi terpilih sebagai salah satu penerima hibah dalam program UGM Startup Grant 2026 Batch II yang diselenggarakan oleh Innovative Academy Universitas Gadjah Mada (UGM). Pengumuman ini disampaikan di Yogyakarta pada 22 September 2026.

Sanggabiz lolos seleksi dan masuk ke dalam kategori Tahap Inkubasi. Perusahaan yang dipimpin CEO Dwi Andi Rohmatika ini dikenal sebagai penyedia layanan Department as a Service berbasis AI, yang dirancang untuk membantu usaha kecil menengah (UKM) maupun perusahaan meningkatkan efisiensi operasional secara menyeluruh.

Bacaan Lainnya

Fokus Pengembangan Sanggabright

Momentum inkubasi ini rencananya akan dimanfaatkan Sanggabiz untuk menyempurnakan Sanggabright, platform terintegrasi yang menjadi tulang punggung layanan Department as a Service mereka. Perusahaan menargetkan peningkatan kapabilitas sistem berbasis AI pada platform tersebut, sekaligus memperkuat penerapan RAPI Method, pendekatan internal yang digunakan untuk membuat proses bisnis klien lebih terarah dan otomatis.

Dwi Andi Rohmatika mengatakan pencapaian ini menjadi validasi atas solusi yang dibangun timnya. Ia menyebut dukungan pendanaan dan proses inkubasi dari ekosistem UGM diharapkan menjadi katalis untuk memperluas layanan Department as a Service agar dapat menjangkau lebih banyak organisasi dan UKM.

Dengan dukungan Innovative Academy UGM, Sanggabiz memproyeksikan peningkatan kapasitas Sanggabright sekaligus perluasan pasar, sebagai bagian dari upaya memperkuat posisinya sebagai konsultan bisnis dan penyedia teknologi otomasi di tingkat nasional.

Catatan Redaksi. Department as a Service adalah model layanan yang memaketkan fungsi operasional, seperti keuangan atau administrasi, ke dalam sistem berbasis AI yang bisa langsung dipakai perusahaan tanpa membangun tim internal khusus. Sementara itu, skema inkubasi startup seperti yang diselenggarakan UGM umumnya menggabungkan pendanaan awal dengan pendampingan teknis dan bisnis, sehingga startup peserta bisa menyempurnakan produknya sebelum diperluas ke pasar yang lebih besar.

Sumber: Sanggabiz.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan