
Kabupaten Kebumen di Jawa Tengah perlahan bergeser dari sekadar wilayah transit menjadi destinasi wisata mandiri. Perubahan ini didorong oleh kemudahan akses kereta api lintas selatan Jawa, penetapan status geopark dunia, serta tren wisatawan yang lebih menyukai perjalanan singkat atau slow travel.
Kereta Api Dorong Mobilitas Wisatawan
Berdasarkan data operasional PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 5 Purwokerto, jumlah penumpang kereta antarkota di wilayah ini tumbuh lebih dari 14 persen per tahun. Stasiun Kebumen dan Stasiun Gombong tercatat ramai melayani puluhan ribu penumpang saat periode libur nasional. Ketepatan waktu, sarana yang makin modern, dan kemudahan reservasi digital disebut menjadi alasan utama masyarakat memilih moda ini untuk berwisata maupun beraktivitas ekonomi.
Baca juga:
Geopark Dunia dan Lonjakan Kunjungan
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen mencatat kunjungan wisatawan domestik ke berbagai objek wisata daerah kini berkisar 600 ribu hingga 1 juta orang per tahun. Momentum ini turut ditopang oleh masuknya Geopark Kebumen ke dalam jaringan UNESCO Global Geoparks. Kawasan yang mencakup 22 kecamatan dan 374 desa ini menyimpan lebih dari 40 situs geologi purba, mulai dari tebing karst Pantai Menganti, Pantai Karangbolong, gua bawah tanah seperti Jatijajar dan Petruk, hingga singkapan batuan dasar samudera purba di Karangsambung.
Pemerhati wisata setempat menyarankan pelancong yang hanya punya waktu singkat untuk fokus menjelajahi pusat kota, kuliner, dan bangunan bersejarah, sementara destinasi alam seperti Pantai Menganti atau Goa Jatijajar yang berjarak 1-1,5 jam dari pusat kota sebaiknya ditambah satu malam menginap agar perjalanan tidak terburu-buru.
Menggerakkan Ekonomi Warga
Geliat pariwisata ini turut mendongkrak sektor UMKM dan Pendapatan Asli Daerah. Permintaan kuliner khas seperti nasi penggel, sate ambal, pecel kangkung, hingga lanthing Kebumen meningkat, seiring tumbuhnya jasa sewa kendaraan, sopir lokal, dan pemandu wisata geopark. Desa-desa wisata berbasis kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di sekitar situs geologi juga mulai membuka lapangan kerja baru bagi warga setempat.
Catatan Redaksi. UNESCO Global Geoparks adalah status yang diberikan pada kawasan dengan warisan geologi bernilai ilmiah, bukan sekadar objek wisata alam biasa, sehingga pengelolaannya mensyaratkan edukasi geologi dan pelibatan warga setempat, bukan hanya kunjungan. Jalur kereta lintas selatan Jawa sendiri secara historis kurang padat dibanding lintas utara, sehingga peningkatan layanan di jalur ini membuka akses baru ke daerah yang sebelumnya lebih banyak dilewati ketimbang disinggahi.
Sumber: Liberta Hotel International.





