Nusantara Packaging Experience Awards 2026 Umumkan Pemenang

Nusantara Packaging Experience Awards 2026 Umumkan Pemenang

Sebuah kompetisi desain kemasan tingkat nasional bertajuk Nusantara Packaging Experience Awards (NPEA) 2026 baru saja mengumumkan para pemenangnya. Kompetisi ini mengajak mahasiswa untuk mengubah kemasan oleh-oleh tradisional menjadi media bercerita tentang destinasi, budaya, dan warisan Nusantara melalui teknologi augmented reality (AR).

NPEA 2026 diinisiasi oleh HOVARLAY, perusahaan MarTech asal Singapura yang mengembangkan platform AR berbasis web tanpa kode. Kompetisi ini diikuti mahasiswa dari lebih dari 40 perguruan tinggi dan politeknik di seluruh Indonesia, yang ditantang memilih satu destinasi—mulai dari tradisi budaya, ikon daerah, kawasan pesisir, hingga komunitas lokal—untuk diceritakan lewat kemasan oleh-oleh yang bisa dipindai menggunakan smartphone.

Bacaan Lainnya

Oleh-Oleh sebagai “Duta Digital”

Penyelenggara menyoroti bahwa selama ini kemasan oleh-oleh baru berfungsi sebagai wadah produk, belum menyampaikan cerita tentang daerah asalnya. Padahal, menurut data Badan Pusat Statistik, wisatawan mancanegara rata-rata menghabiskan sekitar US$143 untuk berbelanja oleh-oleh saat berkunjung ke Indonesia. Melalui teknologi AR, kemasan diharapkan bisa menjadi “duta digital” yang memperkenalkan Indonesia kepada orang-orang yang menerima oleh-oleh tersebut, bahkan yang belum pernah berkunjung ke Tanah Air.

Karya para finalis dinilai oleh dewan juri dari berbagai latar belakang industri, termasuk Indonesian Packaging Federation (IPF), Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI), serta sejumlah praktisi branding dan teknologi imersif. Ajang puncak digelar dalam rangkaian Indonesia Retail Summit & Expo (IRSE) 2026 di Swissôtel Jakarta PIK Avenue, dengan total hadiah lebih dari Rp80 juta yang diperebutkan dalam lebih dari sepuluh kategori.

Gelar Grand Prize disabet Ashley Hermawan dari Universitas Katolik Parahyangan, disusul Olivia Aditya dari Universitas Multimedia Nusantara sebagai Second Prize, dan Nurrahmah Kansa Aradhana dari Institut Kesenian Jakarta sebagai Third Prize. Sejumlah kategori penghargaan lain juga diraih mahasiswa dari berbagai kampus, antara lain ITENAS, UNM, ISI Yogyakarta, UNIBI, UNUSIDA, ITSB, Universitas Budi Luhur, dan Universitas Katolik Soegijapranata.

Catatan Redaksi. Platform AR berbasis web tanpa kode berarti pengguna cukup memindai kemasan dengan kamera smartphone melalui browser untuk memunculkan konten digital, tanpa perlu mengunduh aplikasi khusus atau menulis kode pemrograman. Pendekatan ini yang membuat kemasan oleh-oleh bisa berfungsi sebagai media cerita, karena wisatawan atau penerima oleh-oleh cukup mengarahkan kamera ke kemasan untuk melihat informasi budaya atau destinasi yang tertaut di baliknya.

Sumber: HOVARLAY.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan