BSI Maslahat Gelar Refreshment ISO Integrasi untuk Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Mutu 

BSI Maslahat Gelar Refreshment ISO Integrasi untuk Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Mutu 
BSI Maslahat

Jakarta, 06 Mei 2026 – BSI Maslahat kembali menggelar kajian rutin JUBAH (Jum’at Bahagia)  pada Jum’at, 24 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BSI  Maslahat dalam memperkuat tata kelola lembaga sekaligus meningkatkan kualitas  manajemen melalui penguatan pemahaman terkait standar ISO Integrasi. 

Kajian JUBAH kali ini mengangkat tema “Refreshment ISO Integrasi: Membangun  Manajemen Mutu yang Mengedepankan Anti Bribery dan Keamanan Informasi”. Hadir  sebagai narasumber, Galung Triko, S.Ikom, M.Si, CLA, yang memberikan pemaparan  menyeluruh mengenai pentingnya integrasi sistem manajemen mutu, pencegahan  penyuapan, dan perlindungan informasi dalam operasional lembaga zakat nasional. 

Read More

Kegiatan ini diikuti oleh para amil dan insan BSI Maslahat yang hadir secara hybrid, baik luring  maupun daring, sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola serta peningkatan kualitas  manajemen lembaga. Melalui forum ini, peserta diajak untuk memahami bahwa keberhasilan  pengelolaan zakat, infak, dan sedekah tidak hanya ditopang oleh program yang berdampak  bagi masyarakat, tetapi juga oleh penerapan sistem manajemen yang akuntabel, transparan,  dan menjunjung tinggi integritas. 

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa BSI Maslahat saat ini telah memiliki  tiga sertifikasi ISO, yaitu: 1) ISO 9001 tentang Sistem Manajemen Mutu, 2) ISO 37001 tentang  Sistem Manajemen Anti Penyuapan, dan 3) ISO 27001 tentang Sistem Manajemen  Keamanan Informasi. Ketiga standar ini menjadi fondasi penting dalam memastikan kualitas  layanan, pencegahan praktik tidak etis, serta perlindungan data dan informasi lembaga. 

Pada tahun 2026, BSI Maslahat akan melakukan integrasi ketiga standar ISO tersebut ke  dalam satu sistem manajemen terpadu. Oleh karena itu, diperlukan awareness dan  pemahaman bersama seluruh amil sebagai bagian dari persiapan implementasi agar integrasi  berjalan efektif dan berkelanjutan. Integrasi ISO ini diharapkan mampu menciptakan sistem  kerja yang lebih efisien, selaras, dan saling mendukung antarstandar. 

Sebagai bagian dari proses pembelajaran, kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre test untuk mengukur pemahaman awal peserta terkait ISO Integrasi. Setelah penyampaian  materi, peserta kembali mengikuti post-test guna melihat peningkatan pemahaman serta  efektivitas materi yang disampaikan. Metode ini menjadi salah satu bentuk evaluasi  pembelajaran yang sistematis dan terukur. 

Secara garis besar, materi refreshment menekankan bahwa ISO Integrasi bertujuan  menyatukan sistem manajemen mutu (ISO 9001), anti bribery (ISO 37001), dan keamanan  informasi (ISO 27001) dalam satu kerangka kerja yang saling terhubung. Integrasi ini  mendorong konsistensi kebijakan, penyederhanaan prosedur, penguatan pengendalian  risiko, serta budaya kerja yang berorientasi pada mutu, integritas, dan keamanan informasi.

Melalui kegiatan ini, BSI Maslahat menegaskan komitmennya sebagai Lembaga Amil Zakat  Nasional (LAZNAS) yang terus menjaga tata kelola yang baik (good governance). Dengan  sistem manajemen yang terintegrasi dan berstandar internasional, BSI Maslahat berupaya  memastikan pengelolaan dana umat dilakukan secara profesional, transparan, dan aman  demi menghadirkan kemaslahatan yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Related posts

Leave a Reply