Fakultas Pariwisata UPH Ajak Milennials Majukan Sektor Pariwisata

Seperti dilaporkan pada wearesocial.com (Januari 2019) yang menyebutkan dari total populasi Indonesia sebanyak 268,2 juta, 56% diantaranya adalah pengguna internet, dengan mayoritas pengguna berusia 18-44 tahun. Fenomena ini dapat menjadi indikasi untuk promosi sektor pariwisata melalui kemudahan teknologi digital. Terkait dengan data tersebut, Fakultas Pariwisata UPH menggelar Hospitour 2019 dengan tema MILLENNIAL’S DIGITAL (Millennial’s Direct Involvement in Growing International Tourism by Sustaining Local Tourism), yang bertujuan mengajak mahasiswa dari seluruh Indonesia sebagai generasi milenial untuk ambil bagian memajukan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi digital.

Kegiatan ini berlangsung pada 8-11 April 2019 di UPH Kampus Lippo Village yang diikuti sekitar 400 peserta yang berasal dari 31 institusi Pendidikan Pariwisata tingkat perguruan tinggi dan 5 sekolah menengah Kejuruan (SMK). Para peserta datang dari beragam daerah di Indonesia seperti Medan, Ambon, Bandung, Jakarta, dan sebagainya.

 

Dalam kesempatan seminar di ajang tersebut Dr. Frans Teguh, MA – Asisten Deputi Manajemen Strategi Kementerian Pariwisata mengajak mahasiswa untuk mengedepankan sektor pariwisata bersamaan dengan kemajuan teknologi yang dekat dengan generasi millennial.

 

“Hal ini dipastikan Indonesia memiliki potensi bisa mengalahkan Thailand yang saat ini merupakan destinasi pilihan pariwisata tertinggi di regional,” kata Dr. Frans.

 

Ia menambahkan, bahwa kemajuan teknologi dapat mewujudkan berbagai aplikasi yang mampu memperkaya pengalaman traveler dalam berwisata dan tentu dapat secara drastis menopang produktivitas industri pariwisata di sisi yang berbeda.

 

Dr. Frans juga menyebutkan bahwa akademisi dan institusi pendidikan bisa mengambil peran dalam sumbangsih terhadap sektor pariwisata dengan berupaya memproduksi sebuah temuan baru dan ide kreatif terkait beragam aspek pariwisata untuk dibagikan ke masyarakat luas, misal dengan kegiatan-kegiatan kampus seperti ini.

 

Meresponi pernyataan Asisten Deputi Manajemen Strategi Kementerian Pariwisata, Dekan Fakultas Pariwisata Dr. Diena Mutiara Lemy, A.Par., M.M., mengatakan bahwa generasi millennial sangat bertanggung jawab dalam mengembangkan pariwisata di bidang digital.

 

“Mahasiswa merupakan future leaders di bidang pariwisata, mereka harus sudah mulai berpikir bahwa teknologi yang dimiliki sekarang ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan destinasi pariwisata berkelanjutan yang berada di dalam level lokal. Jadi originalitas dari pariwisata Indonesia itu harus terus di tonjolkan.” ungkap Diena.

 

Menambahkan komitmen Fakultas Pariwisata UPH terhadap kemajuan pariwata Indonesia, Dr. Amelda Pramezwary, A. Par., M.M., menjelaskan bahwa Hospitour: ‘Millennial Digital Tourism’ ini bertujuan untuk menyadarkan generasi millennial agar mampu menciptakan sektor pariwisata yang berkelanjutkan.

 

“Hospitour ini mengambil tren millennial yang sangat akrab dengan digital, namun tetap pesan utamanya adalah untu memajukan local culture melalui digital platform, seperti social media. Ini menjadikan pariwisata menjadi lebih interaktif dan mudah untuk dibagikan. Intinya mahasiswa UPH di dorong untuk Think Global Act Local guna mewujudkan sustainable tourism development.” ungkap Amelda

 

Selebihnya Rektor Universitas Pelita Harapan, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M. Eng. Sc, mengatakan bahwa acara Hospitour merupakan bukti bagaimana Pendidikan holistis terus menjadi prinsip UPH, termasuk di bidang pariwisata.

 

Hospitour menjadi bentuk kegiatan untuk mempersiapkan insan-insan pariwisata. Dan seperti yang diketahui, pariwisata merupakan sektor ekonomi dan kehidupan yang penting bagi Indonesia sehingga UPH akan berperan disitu.” pungkas Rektor.

 

Dengan kegiatan seperti ini, harapannya UPH dapat memberi sumbangsih dalam memajukan pariwisata Indonesia, sebagai bagian dari program Nawacita Pemerintah. Sehingga sasarannya seluruh partisipan yang hadir dari beragam daerah di Indonesia baik mahasiswa, dosen, professional, maupun pihak industri mau ambil bagian memanfaatkan kemudahan digitalisasi untuk pariwisata. (pl/mt)