Kelola Empty Nest Syndrome, Ini Prioritas yang Perlu Disiapkan Sambut Usia Senja

Kelola Empty Nest Syndrome, Ini Prioritas yang Perlu Disiapkan Sambut Usia Senja

JAKARTA, 18 Juni 2026 – Ketika anak-anak beranjak dewasa dan mulai menjalani hidup mandiri, banyak orang tua memasuki fase baru kehidupan saat anak-anak tidak lagi tinggal bersama mereka. Fenomena ini dikenal sebagai empty nest syndrome, yang dapat memunculkan perasaan kesepian, kehilangan rutinitas, dan kecemasan. Hal ini kerap dialami orang tua yang selama bertahun-tahun menjadikan pengasuhan anak sebagai pusat aktivitas dan bagian penting dari identitas dirinya. 

Transisi kehidupan seperti ini merupakan hal wajar. Perasaan sedih ketika anak meninggalkan rumah merupakan respons emosional yang normal. Hal yang terpenting adalah bagaimana orang tua dapat beradaptasi dan menemukan makna baru dalam fase kehidupan berikutnya.

Read More

Meski berawal dari perubahan emosional, dampaknya tidak hanya dirasakan secara psikologis. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu stres kronis yang berdampak pada kesehatan fisik, seperti gangguan tidur, perubahan pola makan, penurunan energi, dan melemahnya daya tahan tubuh. 

Seiring bertambahnya usia, risiko berbagai penyakit seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, maupun gangguan kesehatan lainnya juga semakin meningkat. Kondisi tersebut membuat kesiapan kesehatan dan finansial menjadi semakin penting, mengingat biaya perawatan dapat menjadi beban yang signifikan apabila tidak dipersiapkan sejak dini. Masa ketika anak mulai hidup mandiri juga sering menjadi momentum bagi orang tua untuk kembali memusatkan perhatian pada kesehatan, kesejahteraan, dan kesiapan finansial mereka sendiri.

Karena itu, memiliki perlindungan kesehatan dan jiwa menjadi bagian penting dalam perencanaan hidup pada fase ini. Asuransi kesehatan membantu melindungi kondisi keuangan keluarga dari risiko biaya pengobatan yang tidak terduga, sementara asuransi jiwa memberikan perlindungan finansial bagi pasangan atau keluarga apabila terjadi risiko meninggal dunia.

“Setiap tahap kehidupan memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda. Memasuki fase empty nest, masyarakat perlu mempersiapkan diri secara menyeluruh, baik dari sisi kesehatan, mental, maupun finansial, agar dapat menjalani fase kehidupan berikutnya dengan lebih tenang dan percaya diri,” ujar Fabiola Noralita, Direktur Bisnis Individu IFG Life.

Selain memiliki perlindungan yang memadai, masyarakat juga perlu menjaga pola hidup sehat, aktif secara sosial, serta menekuni aktivitas yang bermakna agar kualitas hidup tetap terjaga. Sebagai perusahaan asuransi jiwa dan kesehatan, PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), anggota IFG, BUMN holding asuransi, penjaminan, dan investasi, berkomitmen mendampingi masyarakat Indonesia di setiap tahap kehidupan melalui perlindungan yang komprehensif 

“Pada akhirnya, tujuan perlindungan bukan hanya memberikan manfaat ketika risiko terjadi, tetapi juga membantu masyarakat menjalani hidup dengan lebih tenang dan fokus pada hal-hal yang benar-benar bermakna,” tutup Fabiola.

Related posts

Leave a Reply