Tim PPLI Gelar FGD Pemangku Kebijakan UKDW

PPLI Gelar FGD Pemangku Kebijakan UKDW
PPLI Gelar FGD Pemangku Kebijakan UKDW

Seremonia.id – Menindaklanjuti komitmen Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta dalam mewujudkan UKDW sebagai kampus inklusi, Lembaga Pengembangan Akademik dan Inovasi Pembelajaran (LPAIP) bekerja sama dengan Tim Perintis Pusat Layanan Inklusi (PPLI) UKDW menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pemangku Kebijakan UKDW pada hari Senin, 7 November 2022 di Ballroom Hotel Grand Ambarrukmo. Acara ini dihadiri oleh Rektorat, Dekanat, Kaprodi, Ketua INQA Prodi, Wakil Dekan, dan Pegawai Pendukung Akademik.

Rektor UKDW, Ir. Henry Feriadi, M.Sc., Ph.D. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. “Saya rasa ini langkah maju, kita sudah mulai mempersiapkan dengan lebih sistematis dan lebih detail. Kita mengantisipasi jika ada mahasiswa yang melamar, kita sudah menunjukan niat baik untuk membuka diri. Bahwa kita adalah kampus yang inklusif sesuai dengan tema dies natalis tahun ini. Mungkin akan ada beberapa mahasiswa dengan disabilitas yang akan kita terima,” tuturnya.

Baca juga  Mola Fasilitasi Pelatihan Intensif Jeka Saragih di Amerika Serikat Menjelang UFC 280

Sementara itu, Ketua Tim PPLI UKDW, Dr. Fransisca Endang Lestariningsih, M.Hum. menyebutkan FGD Pemangku Kebijakan ini merupakan salah satu rangkaian dari timeline yang dibuat oleh Tim PPLI.  “Kami harapkan dengan FGD ini, kami akan semakin mempunyai banyak informasi terkait dengan kesiapan kita menyambut mahasiswa ataupun staf yang akan kita terima, dan mereka adalah seseorang yang butuh perhatian lebih,” terangnya.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Winta Tridhatu Satwikasanti, S.Ds., M.Sc., Dosen Desain Produk UKDW yang concern dalam pengembangan desain produk inklusi sekaligus menjabat sebagai Kepala Centre of Entrepreneurship and Innovation (Centrino) UKDW. Winta Tridhatu Satwikasanti menyampaikan materi mengenai “Physical Environmental Assessment”. Ia mengingatkan bahwa evaluasi ini bukan untuk menghakimi. “Kami perlu untuk menyamakan persepsi dan pengetahuan. Kami melakukan pendekatan inklusif jadi mengacu pada manusia bukan berpusat atau menitikberatkan pada ketidakbisaan, tetapi lebih merayakan kemanusiaan dan kita mengakomodasi kebutuhan,” tuturnya.

Baca juga  Doktor FTUI Ciptakan Aplikasi Monitor Jantung Jarak Jauh

Adapun laporan FGD disampaikan oleh Dr.-Ing. Sita Yuliastuti Amijaya, S.T., M.Eng. dari Fakultas Arsitektur dan Desain, Dra. Putriana Kristanti, MM., Akt, CA dari Fakultas Bisnis, dr. Christiane Marlene Sooai, M.Biomed dari Fakultas Kedokteran, Lemmuela Alvita Kurniawati, M.Hum. dari Fakultas Kependidikan dan Humaniora, Pdt. Wahju Satria Wibowo, Ph.D dari Fakultas Teologi, Argo Wibowo, S.T., MT dari Fakultas Teknologi Informasi, Dr. Dhira Satwika, M.Sc. dari Fakultas Bioteknologi, Wahyuana dari Biro Administrasi Akademik dan  Aditya Fajar Kristanto, S.Kom dari Admisi dan Promosi.

Sementara Pdt. Prof. Tabita Kartika Christiani, Ph.D, Guru Besar UKDW yang concern dalam hal disabilitas memberikan catatan bahwa UKDW membutuhkan kesiapan infrastruktur, fasilitas, peraturan, dosen, PPA dan mahasiswa. “Tentu mahasiswa disabilitas yang kita terima nanti tidak berarti ada kemudahan untuk lulus, bukan itu, tetapi akses itu yang harus kita sediakan,” ungkapnya.

Baca juga  Pelatihan Hukum Kontrak Konstruksi Perjelas Implementasi Inmen 02/2020