
PT Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero), mendukung proses ekspor 120 unit gerbong Flat Top Wagon berukuran 40 kaki produksi PT Industri Kereta Api (INKA) ke Selandia Baru. Pengiriman ini dilayani melalui Terminal Jamrud Nilam Mirah di Surabaya dan merupakan pengapalan ketiga untuk memenuhi permintaan UGL, perusahaan transportasi dan energi asal Australia yang menjadi mitra pasar Selandia Baru.
Dukungan Layanan Terminal
Branch Manager Pelindo Multi Terminal Jamrud Nilam Mirah, Muh. Junaedhy, menyatakan kesiapan layanan dan operasional terminal menjadi kunci kelancaran arus ekspor produk manufaktur nasional. Ia menegaskan perusahaan berupaya memastikan proses pelayanan di terminal berjalan aman dan efektif sesuai kebutuhan pengguna jasa, agar produk buatan Indonesia dapat sampai ke pasar internasional secara optimal.
Flat Top Wagon yang dikirim memiliki panjang 12,5 meter, lebar 2,48 meter, dan tinggi 0,75 meter, dan berfungsi sebagai dudukan peti kemas pada rangkaian kereta. Gerbong-gerbong tersebut dimuat ke kapal ES Entigrity dari Terminal Jamrud pada Jumat, 21 Agustus 2026, sebelum berlayar menuju Selandia Baru.
Apresiasi dari INKA
Senior Manager Corporate Communications and Representative Office INKA, Nanang Agung Rohmandiyas, mengapresiasi dukungan Pelindo Multi Terminal dalam proses pengiriman produk INKA ke pasar internasional. Ia menyebut setiap pengiriman perusahaan selalu mengutamakan kualitas dan spesifikasi sesuai kesepakatan dengan pelanggan.
Pelindo Multi Terminal menilai dukungan terhadap ekspor produk manufaktur seperti milik INKA merupakan bagian dari peran perusahaan dalam memperkuat konektivitas logistik nasional. Kesiapan infrastruktur, peralatan, dan layanan terminal disebut menjadi faktor penting agar perpindahan barang dari darat ke kapal berjalan efektif, sejalan dengan agenda Danantara dalam mendorong daya saing dan efisiensi BUMN.
Catatan Redaksi. Flat Top Wagon adalah gerbong kereta datar tanpa dinding yang berfungsi sebagai dudukan peti kemas, berbeda dari gerbong tertutup untuk kargo curah. Danantara sendiri merupakan lembaga pengelola investasi negara yang menaungi aset BUMN, sehingga ekspor produk manufaktur seperti gerbong INKA ini turut menjadi bagian dari upaya memperkuat kinerja perusahaan pelat merah di bawah kerangka tersebut.
Sumber: PT Pelindo Multi Terminal.





