
Global Energy Association, lembaga nirlaba yang mengoperasikan Global Energy Prize, membuka kesempatan terakhir bagi para pegiat media untuk mendaftar dalam kontes internasional Energy of Words 2026. Pendaftaran ditutup pada 1 September 2026, sehingga peserta yang berminat hanya memiliki waktu singkat untuk mengirimkan karya.
Kontes ini terbuka bagi jurnalis, analis, blogger, maupun pembuat konten yang menulis tentang isu-isu energi kontemporer, mulai dari transisi energi, terobosan sains, aksi iklim, hingga keberlanjutan global. Panitia menekankan bahwa kompetisi ini menjadi wadah untuk mengangkat suara para penulis dalam diskusi penting seputar masa depan energi dunia.
Baca juga:
- Energy of Words 2026: Pendaftaran Ditutup 1 September, Ini Caranya
- Energy of Words 2026: Daftar Sebelum 1 September
Hadiah dan Manfaat
Pemenang Energy of Words 2026 akan menerima Honorary Diploma serta hadiah uang tunai hingga 1.000 dolar AS. Selain itu, karya pemenang berpotensi mendapat eksposur ke audiens global, termasuk para pemimpin industri energi dan sesama praktisi media di seluruh dunia.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui formulir aplikasi resmi di situs kontes. Pertanyaan lebih lanjut dapat diajukan melalui surel resmi panitia penyelenggara.
Global Energy Association sendiri merupakan organisasi nirlaba yang berdiri sejak 2002 dengan misi mendorong inovasi di bidang energi serta memperkuat kerja sama riset internasional. Selain menaungi Energy of Words, lembaga ini juga dikenal sebagai operator Global Energy Prize yang mengapresiasi ilmuwan dengan capaian riset signifikan di bidang keberlanjutan energi global.
Catatan Redaksi. Global Energy Prize yang menaungi kontes ini adalah penghargaan riset energi internasional yang berdiri di Rusia sejak 2002, dan kerap disebut sepadan dengan Nobel di bidang energi karena pemenangnya dinilai komite ilmuwan lintas negara. Kontes menulis seperti Energy of Words biasanya menjadi pelengkap penghargaan sains tersebut, mendorong jurnalis dan penulis awam menerjemahkan isu energi yang teknis agar lebih mudah dipahami publik luas.
Sumber: Global Energy Association.





