Tak Lagi Menyeberang dengan Rakit Bambu, BSI Maslahat Bangun  Jembatan untuk Warga Cilolohan Tasikmalaya

Tak Lagi Menyeberang dengan Rakit Bambu, BSI Maslahat Bangun  Jembatan untuk Warga Cilolohan Tasikmalaya
BSI Maslahat

Tasikmalaya, 24 Juni 2026 – Bagi warga Kampung Babakan Cikadu, Desa Cilolohan,  Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, jembatan bukan sekadar infrastruktur  penghubung. Jembatan menjadi akses penting yang memudahkan aktivitas warga, mulai dari  membawa hasil panen, berangkat ke sekolah, hingga menjalankan kegiatan ekonomi sehari – hari. 

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, BSI Maslahat mendukung  pembangunan Jembatan Maslahat Tonjong Cilolohan melalui bantuan senilai Rp250 juta.  Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Perhutani dan diresmikan pada Jumat, 20  Juni 2026. 

Read More

Jembatan tersebut menghubungkan Kampung Babakan Cikadu, Desa Cilolohan, Kecamatan  Tanjungjaya dengan Kampung Sinargalih, Desa Sukamenak, Kecamatan Sukarame,  Kabupaten Tasikmalaya. “Kalau dulu mau menyeberang harus turun ke sungai lalu  menggunakan rakit bambu. Rasanya khawatir karena arus cukup deras. Sekarang aktivitas  jadi jauh lebih mudah. Yang bekerja, berjualan, maupun anak-anak yang sekolah semuanya  terbantu. Terima kasih BSI Maslahat,” ujar Cucu, salah satu warga Desa Cilolohan. 

Sebelum jembatan ini dibangun, warga harus menggunakan rakit bambu atau menempuh  jalur alternatif yang lebih jauh untuk menyeberang. Kondisi tersebut membuat mobilitas  masyarakat menjadi terbatas, terutama bagi petani yang harus mengangkut hasil panen dan  anak-anak yang setiap hari berangkat ke sekolah. 

Berdasarkan hasil assessment program, Jembatan Cilolohan merupakan akses vital bagi  masyarakat setempat. Sebelumnya, warga harus menempuh perjalanan hingga sekitar 120  menit melalui jalur Sukaraja untuk mencapai pusat aktivitas ekonomi. Dengan hadirnya  jembatan ini, waktu tempuh dapat dipangkas hingga sekitar 45 menit. 

Jembatan ini memiliki panjang sekitar 65 meter dan lebar 1,2 meter, serta diperkirakan  memberikan manfaat bagi sekitar 5.000 jiwa. Selain digunakan oleh pejalan kaki, jembatan  juga dapat dilalui kendaraan bermotor sehingga mendukung mobilitas masyarakat secara  lebih aman dan nyaman. 

Mayoritas warga di wilayah tersebut berprofesi sebagai petani dan peternak. Karena itu,  kehadiran jembatan menjadi sangat penting dalam memperlancar distribusi hasil pertanian,  menekan biaya transportasi, serta memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat. 

Perhutani KPH Tasikmalaya menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Maslahat  merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar  kawasan hutan. Infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah  sekaligus mendukung kesejahteraan warga. 

BSI Maslahat berharap Jembatan Maslahat Tonjong Cilolohan dapat menjadi sarana yang  mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang. Melalui program  ini, BSI Maslahat terus berkomitmen mengelola amanah umat secara profesional, akuntabel, dan berdampak sehingga setiap kebaikan yang dititipkan dapat tumbuh menjadi manfaat yang  berkelanjutan bagi masyarakat.

BSI Maslahat

Related posts

Leave a Reply