Cilegon, 16 April 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS) mempertegas perannya sebagai tulang punggung industri baja nasional melalui penguatan sinergi strategis dengan pemerintah. Hal ini ditandai dengan kunjungan lapangan Dewan Pertahanan Nasional (DPN) dan Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) ke fasilitas operasional Krakatau Steel Group di Cilegon, Selasa (14/4).
Kunjungan kerja ini dilakukan sebagai tindak lanjut pertemuan sebelumnya guna meninjau secara langsung progres fasilitas produksi di Pabrik Hot Strip Mill (HSM), Cold Rolling Mill (CRM), serta operasional PT Krakatau Bandar Samudera/Krakatau International Port.

Kunjungan kerja ini dilakukan sebagai tindak lanjut pertemuan sebelumnya guna meninjau secara langsung progres fasilitas produksi di Pabrik Hot Strip Mill (HSM), Cold Rolling Mill (CRM), serta operasional PT Krakatau Bandar Samudera/Krakatau International Port.
Dukungan Negara untuk Integrasi Hulu–Hilir
Deputi Bidang Geoekonomi DPN, Dr. Yayat Ruyat, M.Eng., menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut koordinasi strategis antara pemerintah dan Krakatau Steel dalam memastikan kesiapan industri baja nasional mendukung agenda hilirisasi yang diarahkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Kami melihat Krakatau Steel memiliki peran penting dalam mendukung penguatan industri nasional melalui hilirisasi. Dengan sinergi antara pemerintah dan pelaku industri, kami optimistis pengembangan industri baja ke depan akan semakin kuat dan terintegrasi,” ujarnya.
Tantangan Dumping dan Keberpihakan Kebijakan
Selain potensi pengembangan, DPN menyoroti tantangan berat yang dihadapi industri baja nasional akibat tekanan produk impor murah yang terindikasi dumping. Kondisi ini dinilai dapat menghambat pertumbuhan industri strategis dalam negeri.
Oleh karena itu, Dr. Yayat menekankan perlunya dukungan nyata dari sisi regulasi. “Diperlukan keberpihakan kebijakan, termasuk penguatan instrumen anti-dumping serta dukungan penuh terhadap penggunaan produk dalam negeri agar industri baja kita tetap berdaya saing,” tambahnya.
Krakatau Steel Siap Akselerasi Transformasi
Direktur Infrastruktur dan Operasi Krakatau Steel, Sidik Darusulistyo, menegaskan kesiapan Perseroan dalam mendukung hilirisasi melalui penguatan operasional dan integrasi bisnis.
“Kami terus meningkatkan kinerja produksi sekaligus menyiapkan penguatan sektor hulu untuk menciptakan rantai industri baja yang lebih terintegrasi dan berdaya saing,” jelas Sidik. Ia menambahkan bahwa langkah strategis ini sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita untuk mendorong kemandirian industri berbasis sumber daya domestik.

Krakatau Steel di bawah pimpinan Direktur Utama, Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman IISIA dan ALFI/ILFA menyatakan optimistis dalam sinergi dengan pemerintah akan memperkuat posisi perseroan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Dukungan Negara untuk Integrasi Hulu–Hilir
Deputi Bidang Geoekonomi DPN, Dr. Yayat Ruyat, M.Eng., menyampaikan apresiasinya dan menyebut Krakatau Steel sebagai kebanggaan industri nasional. Ia menegaskan peran strategis Perseroan dalam mendukung agenda hilirisasi nasional yang diarahkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Kami melihat potensi besar Krakatau Steel untuk berkembang lebih jauh melalui penguatan lini hulu, termasuk pengolahan bijih besi dan nikel menjadi produk hilir bernilai tambah seperti stainless steel,” ujar Dr. Yayat
Tantangan Dumping dan Keberpihakan Kebijakan
Selain potensi pengembangan, DPN menyoroti tantangan berat yang dihadapi industri baja nasional akibat tekanan produk impor murah yang terindikasi dumping. Kondisi ini dinilai dapat menghambat pertumbuhan industri strategis dalam negeri.
Oleh karena itu, Dr. Yayat menekankan perlunya dukungan nyata dari sisi regulasi. “Diperlukan keberpihakan kebijakan, termasuk penguatan instrumen anti-dumping serta dukungan penuh terhadap penggunaan produk dalam negeri agar industri baja kita tetap berdaya saing,” tambahnya.
Krakatau Steel Siap Akselerasi Transformasi
Direktur Infrastruktur dan Operasi Krakatau Steel, Sidik Darusulistyo, menegaskan kesiapan Perseroan dalam mendukung hilirisasi melalui penguatan operasional dan integrasi bisnis.

“Kami terus meningkatkan kinerja produksi sekaligus menyiapkan penguatan sektor hulu untuk menciptakan rantai industri baja yang lebih terintegrasi dan berdaya saing,” jelas Sidik.
Ia menambahkan bahwa langkah strategis ini sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita untuk mendorong kemandirian industri berbasis sumber daya domestik.
Krakatau Steel di bawah pimpinan Direktur Utama, Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman IISIA dan ALFI/ILFA menyatakan optimistis dalam sinergi dengan pemerintah akan memperkuat posisi perseroan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.





