BSI Maslahat Respon Cepat Tangani Banjir di Karawang dan Rawa Buaya

doc. BSI Maslahat

Karawang dan Rawa Buaya, 27 Januari 2026 – BSI Maslahat respon cepat menghadirkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di Karawang. Respon cepat dilakukan melalui pendirian dua dapur umum, penyaluran makanan siap saji, serta bantuan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman pada Sabtu & Minggu (24-25/01). 

Berdasarkan data BPBD Karawang per 23 Januari 2026, banjir telah merendam 9.650 rumah di 58 desa/kelurahan pada 20 kecamatan. Bencana ini dipicu oleh luapan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. Total warga terdampak mencapai 10.927 Kepala Keluarga (KK), terdiri dari 31.601 orang dewasa, 969 balita, 111 bayi, dan 599 lansia. Sementara itu, sebanyak 1.198 warga terpaksa mengungsi di titik-titik pengungsian yang telah disiapkan pemerintah setempat. 

Read More

Salah satu wilayah terdampak terparah adalah Desa Karangligar, Kecamatan Teluk Jambe, dengan ketinggian air mencapai dua meter. Di lokasi ini, BSI Maslahat mendirikan Dapur Umum untuk memastikan kebutuhan makanan warga tetap terpenuhi. Pada Sabtu (24/01), sebanyak 172 paket makanan siap saji didistribusikan kepada warga terdampak. Warga tampak antusias dan tertib mengantre demi mendapatkan makanan untuk keluarga mereka. 

Paket makanan box yang dibagikan berisi nasi, ayam, dan sayur-sayuran, sebagai upaya menjaga daya tahan tubuh warga di tengah kondisi darurat. Tim rescue BSI Maslahat juga menyalurkan makanan secara door to door menggunakan perahu karet, demi menjangkau warga yang masih terisolasi dan sulit akses. 

Dapur Umum lainnya didirikan di Kampung Tegal Luhur, Desa Sukamakmur. Pendistribusian makanan siap saji dilakukan pada Minggu (25/01) dengan total 100 penerima manfaat. Bantuan ini menjadi penopang penting bagi warga yang masih bertahan di tengah genangan air. 

Selain memastikan kebutuhan pangan, BSI Maslahat juga fokus pada upaya penyelamatan jiwa. Tim rescue diterjunkan untuk mengevakuasi warga yang masih terjebak di dalam rumah, khususnya di Kampung Karang Linggar, Rancapaku dan Kampung Tegal Luhur. Proses evakuasi dimulai sejak Jumat (24/01) dan berlanjut hingga Minggu (25/01). 

Sebagian warga telah melakukan evakuasi secara mandiri. Namun, beberapa kelompok rentan seperti balita, lansia, dan orang sakit masih ada yang terjebak dan membutuhkan bantuan untuk keluar dari rumah yang terendam. Tim rescue BSI Maslahat juga turut membantu mengevakuasi barang-barang berharga milik warga yang belum sempat diselamatkan.

Kehadiran tim rescue BSI Maslahat dan perahu karet disambut dengan rasa lega dan penuh harap. Warga segera mengevakuasi anak-anak, lansia, serta barang-barang penting ke atas perahu sebagai upaya menyelamatkan diri dari genangan banjir. Dari proses tersebut, tim rescue BSI Maslahat berhasil mengevakuasi 28 orang di Desa Rancapaku dan 20 orang di Desa Tegal Luhur ke lokasi yang lebih aman. 

Tak hanya di Karawang, BSI Maslahat juga merespons banjir yang melanda Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Tim rescue dikerahkan untuk membantu proses evakuasi warga ke penginapan sementara. 

Banjir di wilayah ini terjadi akibat curah hujan ekstrem hingga 200 milimeter per hari. Kondisi diperparah oleh kiriman air dari wilayah hulu, seperti Tangerang dan Tangerang Selatan, melalui Sungai Angke, Pesanggrahan, dan Mookervart. 

Salah satu warga terdampak, Nur Istiqomah, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang datang di saat genting.

“Alhamdulillah ada tim yang datang mengevakuasi. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ungkapnya. 

Melalui aksi kemanusiaan ini, BSI Maslahat menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya saat bencana melanda. Lebih dari sekadar bantuan logistik dan evakuasi, bantuan ini menjadi wujud kepedulian, solidaritas, dan harapan agar warga terdampak mampu bangkit kembali.

doc. BSI Maslahat
doc. BSI Maslahat

Related posts

Leave a Reply