BSI Maslahat Ajak Anak Yatim Naik Whoosh, Edukasi Lingkungan

BSI Maslahat Ajak Anak Yatim Naik Whoosh, Edukasi Lingkungan

BSI Maslahat, lembaga pengelola dana sosial dan kemanusiaan Bank Syariah Indonesia, menggelar program eduwisata bagi anak-anak yatim dan dhuafa dengan mengajak mereka merasakan pengalaman naik kereta cepat Whoosh. Kegiatan ini menjadi bagian dari program bertajuk “Eduwisata Yatim dan Dhuafa” yang menggabungkan unsur rekreasi dan edukasi bagi anak-anak dari kalangan kurang mampu.

Selain menikmati sensasi menaiki moda transportasi kereta cepat pertama di Indonesia tersebut, para peserta juga diajak mengikuti sesi edukasi seputar pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Melalui pendekatan ini, anak-anak diharapkan tidak hanya mendapat pengalaman baru, tetapi juga tumbuh kesadaran akan tanggung jawab menjaga alam sejak usia dini.

Bacaan Lainnya

Bagian dari Program Sosial Berkelanjutan

Program eduwisata semacam ini merupakan salah satu bentuk kegiatan filantropi yang rutin dijalankan BSI Maslahat sebagai lembaga pengelola zakat, infak, sedekah, dan wakaf di lingkungan Bank Syariah Indonesia. Selain penyaluran bantuan langsung, lembaga ini kerap menghadirkan kegiatan yang memberi pengalaman belajar sekaligus hiburan positif bagi anak-anak yatim dan dhuafa di berbagai daerah.

Dengan menggabungkan wisata edukatif dan isu lingkungan, BSI Maslahat berharap kegiatan ini dapat memperluas wawasan anak-anak sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat untuk terus belajar. Program ini juga sejalan dengan upaya memperkenalkan transportasi publik modern kepada generasi muda sebagai bagian dari edukasi mobilitas berkelanjutan.

Catatan Redaksi. Program semacam ini biasanya didanai dari zakat, infak, atau sedekah yang dikelola lembaga amil zakat seperti BSI Maslahat, yang secara syariah wajib disalurkan untuk kepentingan sosial termasuk pendidikan dan pemberdayaan kelompok kurang mampu. Whoosh sendiri adalah kereta cepat pertama di Asia Tenggara yang menggunakan teknologi elektrik tanpa emisi langsung, sehingga kerap dijadikan contoh transportasi publik ramah lingkungan dalam kegiatan edukasi semacam ini.

Sumber: BSI Maslahat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan