
Harga emas dunia atau XAUUSD menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah merespons positif di area support penting, meski volatilitas pasar masih tinggi akibat ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat. Menurut analisis Dupoin Futures, munculnya tekanan beli membuka peluang bagi logam mulia untuk melanjutkan kenaikan dalam jangka pendek.
Rejection di Area Support
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa pergerakan emas pada timeframe H4 memperlihatkan rejection yang cukup kuat saat harga menguji zona US$3.895-US$3.917. Respons tersebut mengindikasikan munculnya tekanan beli di area itu, sehingga berpotensi menjadi fondasi penguatan selanjutnya. Teridentifikasi pula peluang pola ABC Correction ke arah atas, yang menandakan emas tengah memasuki fase koreksi naik.
Baca juga:
- Harga Emas Hari Ini Diprediksi Turun ke US$4.066, Ini Sebabnya
- Harga Minyak WTI Berpeluang Menguat ke US$100 per Barel
Selama XAUUSD mampu bertahan di atas zona support tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan harga berpotensi bergerak menuju resistance terdekat di kisaran US$3.997-US$4.021. Sebaliknya, jika tekanan jual kembali menguat dan harga menembus ke bawah US$3.895, prospek kenaikan ini perlu dievaluasi ulang karena mengindikasikan kekuatan beli belum cukup solid.
Faktor Makro yang Membayangi
Di luar aspek teknikal, pergerakan emas turut dipengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve. Penurunan harga minyak dunia berpotensi meredakan kekhawatiran inflasi, yang pada gilirannya dapat mengurangi kebutuhan The Fed menahan suku bunga tinggi dalam waktu lama – kondisi yang biasanya mendukung harga emas sebagai aset tanpa imbal hasil bunga.
Namun, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS masih menjadi tantangan, ditambah kemungkinan The Fed kembali menaikkan suku bunga pada Desember. Dalam waktu dekat, pasar juga akan mencermati hasil pemilu paruh waktu AS serta rilis data ketenagakerjaan sebagai indikator arah kebijakan moneter berikutnya.
Dupoin Futures menegaskan bahwa analisis ini merupakan gambaran skenario pasar, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi, mengingat perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.
Sumber: PT. Dupoin Futures Indonesia.





