Agen BRILink Ohim Abdurrohim: Dari Konter HP ke 7 Outlet

Agen BRILink Ohim Abdurrohim: Dari Konter HP ke 7 Outlet
Ilustrasi (AI)

Seorang pelaku usaha asal Jakarta, Ohim Abdurrohim, membuktikan bahwa usaha kecil bisa bertumbuh menjadi bisnis yang lebih besar dan beragam. Awalnya ia hanya menjalankan konter penjualan serta jasa servis handphone, namun kini usahanya telah merambah ke layanan keuangan melalui kemitraan Agen BRILink.

Berkembang Sejak 2015

Ohim memutuskan bergabung sebagai mitra Agen BRILink pada 2015 sebagai langkah untuk memperluas potensi usahanya. Seiring waktu, bisnis keagenannya tumbuh hingga memiliki tujuh outlet yang tersebar di beberapa titik, dengan layanan BRILink dijalankan berdampingan dengan konter handphone dan usaha laundry yang juga ia kelola.

Bacaan Lainnya

Usaha Agen BRILink miliknya terdaftar dengan nama Aqilla Cell dan berlokasi di kawasan Kemayoran Gempol, Jakarta Pusat. Dalam mengembangkan bisnisnya, Ohim mendapat pembinaan serta pemantauan rutin dari Teddy, Petugas Penunjang Bisnis Keagenan (PPBK) BRI Branch Office Krekot, di bawah supervisi BRI Region 6/Jakarta 1.

Dampak bagi Keluarga dan Warga Sekitar

Melalui kerja keras dan konsistensi dalam menangkap peluang usaha, Ohim menjadikan BRILink sebagai salah satu sumber pendapatan utama yang turut mengangkat kesejahteraan keluarganya. Keberadaan outlet-outletnya juga memudahkan warga sekitar mengakses layanan transaksi perbankan tanpa harus pergi jauh ke kantor cabang.

Kisah Ohim menjadi salah satu contoh bagaimana program kemitraan BRILink dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekaligus mendorong inklusi keuangan di tingkat lokal.

Catatan Redaksi. Agen BRILink adalah program kemitraan BRI yang memperbolehkan pelaku usaha, seperti konter HP atau warung, menyediakan layanan perbankan dasar lewat EDC atau aplikasi ke nasabah di sekitarnya, sehingga bank bisa menjangkau wilayah tanpa perlu membuka kantor cabang baru. Petugas Penunjang Bisnis Keagenan (PPBK) adalah pegawai bank yang bertugas mendampingi dan mengawasi kinerja agen agar transaksi berjalan sesuai aturan. Model ini menjadi salah satu cara utama perbankan memperluas inklusi keuangan di wilayah padat penduduk maupun terpencil tanpa menambah infrastruktur fisik bank.

Sumber: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan