Pertamina Geothermal Energy Targetkan Kapasitas 1 GW pada 2028

Pertamina Geothermal Energy Targetkan Kapasitas 1 GW pada 2028

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menegaskan optimismenya untuk mencapai target kapasitas terpasang 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan 1,8 GW pada 2033. Target tersebut dipaparkan Perseroan dalam acara Public Expose PGEO 2026 di Jakarta, Selasa (3/11/2026), seiring akselerasi sejumlah proyek panas bumi strategis.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan percepatan proyek prioritas, penguatan kesiapan investasi, dan optimalisasi aset yang sudah beroperasi menjadi kunci untuk mengejar target tersebut. Saat ini kapasitas terpasang yang dikelola mandiri oleh PGE baru mencapai 727 megawatt (MW).

Bacaan Lainnya

Baca juga:

12 Proyek Menuju 1 GW

Untuk mencapai target 1 GW, PGE memprioritaskan 12 proyek pengembangan dengan total kapasitas 320 MW, mulai dari Ulubelu Binary Unit yang ditargetkan rampung 2027 hingga Lumut Balai Low Pressure pada 2031. Lima dari proyek tersebut, dengan total 105 MW, bahkan dipercepat dari jadwal semula setelah 2028. Proyek PLTP Hululais Unit 1 dan 2 disebut tengah memasuki tahap finalisasi perjanjian pemegang saham dan jual beli listrik.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE Edwil Suzandi menjelaskan bahwa akselerasi dilakukan melalui pelaksanaan kegiatan teknis secara paralel, mulai dari studi teknis, pengeboran, hingga persiapan konstruksi, sambil mendorong kepastian perjanjian jual beli listrik dan pembiayaan.

Di luar target 1 GW, PGE juga memperkuat portofolio pengembangan panas bumi dengan total potensi hingga 3 GW, termasuk proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 MW yang ditargetkan beroperasi komersial pada 2030.

Optimisme ini ditopang kinerja operasional dan keuangan yang solid. Sepanjang Januari-September 2026, PGE mencatatkan produksi energi tertinggi sepanjang sejarah sebesar 4.114 gigawatt hour (GWh), naik 9,86% secara tahunan. Dari sisi keuangan, laba bersih Perseroan tumbuh 21,45% year-on-year menjadi US$126,62 juta, dengan pendapatan naik 10,46% menjadi US$352,20 juta dan EBITDA naik 15,58% menjadi US$287,77 juta.

Catatan Redaksi. Kapasitas terpasang menunjukkan daya maksimal yang bisa dihasilkan pembangkit, bukan listrik yang benar-benar terjual, sehingga target gigawatt mencerminkan skala infrastruktur, bukan penjualan energi. Istilah seperti unit binary merujuk pada teknologi yang memanfaatkan uap bersuhu lebih rendah untuk memutar turbin lewat fluida kerja sekunder, berbeda dari pembangkit panas bumi konvensional yang langsung menggunakan uap dari perut bumi, sehingga memungkinkan sumber panas yang sebelumnya kurang optimal tetap bisa dikonversi menjadi listrik.

Sumber: PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan