Cokelat Take-It Delfi: Cerita Cinta dan Skripsi di Dinding Sekolah

Cokelat Take-It Delfi: Cerita Cinta dan Skripsi di Dinding Sekolah
Ilustrasi (AI)

Delfi menghadirkan kampanye out-of-home (OOH) unik untuk produk cokelat Take-It dengan menyulap dinding sekolah dan kampus menjadi media bercerita. Instalasi ini digelar di sekolah Al Azhar serta Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada 23–31 Oktober 2026, menggabungkan narasi keseharian siswa dan mahasiswa dengan pengalaman mencicipi cokelat secara langsung di lokasi.

Berbeda dari strategi sampling produk pada umumnya, Take-It memilih menyajikan cerita yang relevan dengan audiens di masing-masing lokasi. Di sekolah Al Azhar, siswa mengikuti kisah Kevin yang berusaha menyatakan perasaan kepada Zahra. Sementara di UNJ, mahasiswa diajak menyimak perjuangan Naya menyelesaikan skripsi di tengah berbagai rintangan.

Bacaan Lainnya

Cokelat Jadi Bagian dari Alur Cerita

Keunikan instalasi ini terletak pada peran kata “Take-It” dalam narasi, yang sekaligus menjadi titik di mana cokelat asli ditempatkan dan bisa langsung diambil pembaca. Pendekatan ini membuat pengalaman membaca terasa lebih interaktif dibanding media promosi konvensional. Salah satu mahasiswa yang mencoba instalasi, Icha, mengaku konsepnya terasa seperti membaca cerpen yang relate dengan kehidupan sehari-hari sehingga memancing rasa ingin tahu hingga akhir cerita.

Aktivasi ini diperluas ke media sosial melalui akun Instagram @takeitnow.id, di mana audiens diajak mencari dan menghitung jumlah kata “Take-It” yang tersembunyi dalam visual cerita. Lima peserta terpilih mendapat hadiah berupa satu box Take-It Original.

Kampanye yang diinisiasi bersama agensi kreatif GROW Asia ini mencatat lebih dari 3.000 cokelat diambil hanya dalam dua jam pertama, dengan ribuan lainnya dinikmati siswa dan mahasiswa sepanjang sembilan hari pelaksanaan. Dari sisi media sosial, konten kampanye mencatat lebih dari 7.600 views dan 2.300 interaksi.

Catatan Redaksi. OOH (out-of-home) merujuk pada media promosi di ruang publik seperti dinding, baliho, atau halte, berbeda dari iklan di televisi maupun digital. Pendekatan naratif seperti ini termasuk dalam strategi experiential marketing, yang menempatkan audiens sebagai pembaca aktif alih-alih sekadar penerima pesan, sehingga produk yang disisipkan dalam cerita cenderung lebih diingat dibanding sampling konvensional yang hanya membagikan produk tanpa konteks.

Sumber: Delfi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan