BRI Flash: Dana Tunai Jaminan BPKB, Bunga Mulai 0,73%

BRI Flash: Dana Tunai Jaminan BPKB, Bunga Mulai 0,73%
Ilustrasi (AI)

PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) memperkenalkan produk pembiayaan baru bernama BRI Flash, sebuah fasilitas dana tunai dengan jaminan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Produk ini ditujukan bagi pemilik kendaraan yang membutuhkan dana tambahan untuk berbagai keperluan, mulai dari kebutuhan rumah tangga, pendidikan, kesehatan, renovasi, hingga modal usaha, tanpa harus melepas kendaraan yang masih dipakai untuk mobilitas harian.

Melalui BRI Flash, nasabah dapat memperoleh pencairan dana hingga 90% dari harga kendaraan, dengan bunga mulai 0,73% per bulan dan pilihan tenor hingga 4 tahun, mengikuti ketentuan dan hasil analisis pembiayaan masing-masing pemohon. Kendaraan yang dijadikan jaminan tetap dapat digunakan oleh nasabah selama masa pembiayaan berjalan.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Didorong Pertumbuhan Pembiayaan Multiguna

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menjelaskan bahwa peluncuran produk ini merespons kebutuhan masyarakat akan fleksibilitas keuangan. Ia merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencatat piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan mencapai Rp513,05 triliun pada Juli 2026, tumbuh 2,01% secara tahunan, dengan pembiayaan modal kerja naik 6,32% dan rasio non-performing financing (NPF) gross industri berada di level 3,03%.

Menurut Dhani, pertumbuhan tersebut menunjukkan peran penting perusahaan pembiayaan dalam menyediakan alternatif akses dana bagi masyarakat, termasuk lewat skema multiguna yang memanfaatkan aset yang sudah dimiliki, seperti kendaraan. Ia menambahkan bahwa BRI Finance tetap mengutamakan prinsip kehati-hatian agar akses pembiayaan sejalan dengan kemampuan nasabah dalam memenuhi kewajiban pembayaran.

Dengan BRI Flash, BRI Finance berupaya memperluas pilihan pembiayaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan manfaatnya bagi nasabah.

Catatan Redaksi. Skema jaminan BPKB seperti ini disebut fidusia, yakni hanya surat kepemilikan kendaraan yang dijaminkan ke lembaga pembiayaan, sementara fisik kendaraan tetap dikuasai dan dipakai nasabah, berbeda dari gadai yang mengharuskan barang jaminan diserahkan. NPF gross atau non-performing financing gross adalah rasio pembiayaan bermasalah terhadap total pembiayaan yang disalurkan, sehingga angka 3,03% menggambarkan tingkat kredit macet di industri pembiayaan secara keseluruhan.

Sumber: PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan