
PT Railink mencatat sebanyak 2.015.593 penumpang telah menggunakan layanan KA Srilelawangsa pada relasi Medan–Binjai–Kuala Bingai hingga triwulan III 2026. Jumlah ini menegaskan posisi KA Srilelawangsa sebagai salah satu moda transportasi publik andalan yang menopang mobilitas warga sekaligus aktivitas ekonomi di wilayah Sumatera Utara.
Layanan ini menghubungkan Medan, Binjai, hingga Kuala Bingai, dan dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai keperluan mulai dari bekerja, menempuh pendidikan, sampai aktivitas perdagangan antardaerah. Keberadaan jalur kereta ini juga dinilai turut mendorong pergerakan ekonomi di kawasan yang dilintasinya, karena memperluas akses warga ke pusat-pusat kegiatan usaha.
Baca juga:
- KA Srilelawangsa Medan-Lubuk Pakam Angkut 41.296 Penumpang
- KA Bandara YIA Angkut 4,7 Juta Penumpang Sejak 2022
Tarif Terjangkau Lewat Skema PSO
Agar tetap terjangkau bagi masyarakat luas, operasional KA Srilelawangsa mendapat dukungan pemerintah melalui skema Public Service Obligation (PSO) atau kewajiban pelayanan publik. Skema ini memungkinkan tarif kereta ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku tanpa membebani penumpang secara berlebihan.
Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, menyebut capaian jumlah penumpang tersebut sebagai pendorong bagi perusahaan untuk terus menjaga kualitas layanan. “KA Srilelawangsa tidak hanya menjadi sarana transportasi bagi masyarakat, tetapi juga berperan dalam mendukung konektivitas wilayah dan aktivitas perekonomian di Sumatera Utara. Dukungan pemerintah melalui skema PSO turut membantu menghadirkan layanan kereta api dengan tarif terjangkau, sehingga dapat dimanfaatkan oleh berbagai lapisan masyarakat,” ujarnya.
PT Railink menyatakan akan terus meningkatkan kualitas pelayanan dengan mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan keandalan operasional, sembari mengajak masyarakat menjadikan kereta api sebagai pilihan transportasi harian yang efisien dan mendukung mobilitas berkelanjutan di Sumatera Utara.
Sumber: PT Railink.





