
PT SUCOFINDO (Persero) Cabang Cirebon meresmikan fasilitas sumur bor di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Hadi dan Pondok Pesantren Az-Ziyaadah, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Peresmian ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Jaga Air Bersih untuk Desa” yang digelar bertepatan dengan peringatan 70 tahun perusahaan.
Direktur Utama PT SUCOFINDO, Sandry Pasambuna, mengatakan program ini merupakan bagian dari total pembangunan 70 titik sumur air bersih di berbagai wilayah Indonesia sepanjang tahun ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Baca juga:
Kepala PT SUCOFINDO Cabang Cirebon, Supardiyanto, menjelaskan bahwa fasilitas sumur bor tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih para santri sehari-hari. Ia juga mengajak pihak pesantren selaku penerima manfaat untuk turut merawat fasilitas tersebut agar bisa digunakan dalam jangka panjang.
Bagian dari Dukungan Ketahanan Air Nasional
Program ini disebut selaras dengan agenda ketahanan air nasional serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak. Di usia ke-70, SUCOFINDO menyatakan akan terus memperkuat layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC) sembari memperluas kontribusi sosialnya di berbagai daerah.
Catatan Redaksi. Sumur bor bekerja dengan mengebor hingga mencapai lapisan air tanah dalam (akuifer), lalu memompanya ke permukaan, sehingga lebih stabil dibanding sumur gali dangkal yang mudah kering saat musim kemarau atau tercemar limbah permukaan. Tujuan 6 SDGs yang disebut dalam artikel adalah salah satu dari 17 target pembangunan global PBB yang berfokus pada akses air bersih dan sanitasi layak bagi semua orang hingga 2030.
Sumber: PT SUCOFINDO (Persero).





