
Seorang mahasiswa BINUS @Bandung membuktikan bahwa bangku kuliah bisa menjadi tempat merintis bisnis nyata. Ibrena Hagan Reynard Singarimbun, mahasiswa Program Digital Business Innovation angkatan 2026, mengembangkan usaha kecilnya menjadi perusahaan distribusi produk pertanian yang kini menjangkau puluhan toko di Jawa Barat.
Bisnis tersebut diwadahi dalam CV Anugerah Citra Semayang, perusahaan yang bergerak di bidang distribusi dan penyediaan produk pertanian. Ibrena berperan sebagai Founder sekaligus CEO, mengurus mulai dari konsep bisnis, strategi, hingga perluasan jaringan kemitraan.
Baca juga:
- Mahasiswa UI Menang Kompetisi Bisnis Prudential Syariah 2026
- Kisah Rachel, Wisudawan BINUS @Bandung Rintis Bisnis Kuliah
Berawal dari Konsinyasi di Kantin Kampus
Perjalanan bisnis ini dimulai sejak semester pertama, ketika Ibrena mencoba menitipkan produk secara konsinyasi di kantin BINUS @Bandung. Dari pengalaman sederhana itu, ia melihat potensi pasar yang lebih besar dan memutuskan membangun usahanya secara lebih serius.
Perkembangan bisnisnya turut didukung oleh program kampus, termasuk Mobility ke BINUS @Kemanggisan pada semester lima dan enam, serta Program Enrichment Entrepreneurship BINUS Incubator yang memberinya pendampingan dan akses jaringan. Hingga kini, CV Anugerah Citra Semayang telah bermitra dengan 59 toko pertanian di 9 kota di Jawa Barat.
Saat ini Ibrena berada di semester sembilan dan sedang menyelesaikan skripsi sambil tetap menjalankan bisnisnya. Kisahnya menjadi salah satu contoh dari komitmen BINUS @Bandung sebagai Creative Technology & Entrepreneurship Campus yang mendorong mahasiswa mengembangkan ide bisnis sejak masa kuliah.
Catatan Redaksi. Konsinyasi adalah model titip jual, pemilik produk menitipkan barang ke toko atau kantin dan baru dibayar setelah barang terjual, sehingga risiko modal di awal lebih kecil dibanding menjual langsung. CV atau Commanditaire Vennootschap sendiri adalah bentuk badan usaha di Indonesia yang lebih sederhana dibanding PT, umum dipilih pelaku usaha skala kecil hingga menengah karena proses pendiriannya tidak memerlukan modal minimum tertentu.
Sumber: BINUS @Bandung.





