
Mulai.com, platform pencegahan penipuan dan anti-pencucian uang (AML) berbasis no-code, resmi masuk daftar 18 finalis Global FinTech Hackcelerator 2026 yang digelar Monetary Authority of Singapore (MAS) bersama Global Finance & Technology Network (GFTN). Mulai terpilih dari total 195 pendaftar yang berasal dari 52 negara, khusus untuk kategori Adaptive Risk Modelling Systems yang diajukan oleh GXS Bank.
Menyatukan Penilaian Kredit dan Penipuan
Dalam kompetisi ini, Mulai mengusung kerangka kerja risiko adaptif yang menggabungkan penilaian risiko kredit dan penipuan ke dalam satu model yang terus memperbarui dirinya sendiri. Pendekatan ini diklaim dapat menutup celah analisis yang kerap menjadi sumber kerugian finansial berulang di lembaga perbankan, sekaligus memungkinkan penilaian nasabah dengan riwayat data minim (thin-file) secara lebih aman dan cepat.
Platform ini juga dilengkapi fitur AI Risk Score yang memberi opini kedua berbasis kecerdasan buatan untuk setiap pengguna dan transaksi, serta AI Trace, asisten investigasi yang memungkinkan analis mengajukan pertanyaan dalam bahasa sehari-hari untuk menelusuri data pengguna, transaksi, dan jaringan terkait. Lewat fitur Marketplace, Mulai juga terhubung dengan penyedia pihak ketiga seperti biro kredit, alternative credit scoring, telco scoring, hingga basis data pemindaian.
Menuju Demo Day di Singapore FinTech Festival
CEO Mulai, Tommy Hartono, menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi celah antara pengelolaan risiko kredit dan risiko penipuan di industri keuangan. Menurutnya, keikutsertaan sebagai finalis menjadi kesempatan untuk berkolaborasi dengan para mentor dan mitra korporasi dalam memperkuat fondasi manajemen risiko di era kecerdasan buatan.
Sebagai tahap akhir kompetisi, Mulai dijadwalkan mempresentasikan solusinya pada Demo Day Singapore FinTech Festival (SFF) tanggal 18 November 2026.
Catatan Redaksi. Global FinTech Hackcelerator adalah program tahunan Otoritas Moneter Singapura (MAS) yang mengundang bank dan institusi besar mengajukan masalah nyata mereka sebagai tantangan, lalu membuka pintu bagi startup dari berbagai negara untuk mengajukan solusinya, sehingga ajang ini berfungsi sebagai jembatan antara bank dan teknologi baru. Istilah thin-file sendiri merujuk pada nasabah yang riwayat datanya di biro kredit masih sedikit, misalnya karena belum lama memiliki rekening atau pinjaman, sehingga model penilaian risiko konvensional kesulitan menilai kelayakan mereka secara akurat.
Sumber: Mulai.com.





