
PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menyatakan optimisme terhadap prospek industri multifinance pada 2026, meskipun dinamika ekonomi global masih membayangi aktivitas ekonomi domestik. Perusahaan menilai proyeksi pertumbuhan piutang pembiayaan industri sebesar 2%-4% secara tahunan (year-on-year) hingga akhir tahun masih realistis, dengan dukungan kondisi ekonomi domestik yang relatif stabil dan permintaan pembiayaan yang masih terbuka.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan peluang pertumbuhan tersebut perlu dioptimalkan melalui strategi bisnis yang terukur tanpa mengabaikan kualitas pembiayaan dan pengelolaan risiko. “Kami tetap optimistis terhadap peluang pertumbuhan, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi domestik yang relatif stabil dan permintaan pembiayaan yang masih terbuka. Namun, pertumbuhan tersebut perlu diimbangi dengan penerapan prinsip kehati-hatian agar kualitas aset tetap terjaga,” ujarnya.
Baca juga:
- BRI Finance: Proyeksi Multifinance 2026 Dipangkas jadi 2%-4%
- BRI Finance Raih Penghargaan Best SOE 2026, Laba Rp91 Miliar
Tantangan di Tengah Dinamika Global
Di sisi lain, perusahaan mengakui adanya tantangan yang masih dihadapi sektor multifinance akibat dinamika ekonomi global, termasuk pengaruhnya terhadap daya beli masyarakat, penjualan kendaraan bermotor, serta permintaan pembiayaan investasi. Faktor-faktor ini menjadi perhatian pelaku industri dalam menjaga momentum pertumbuhan ke depan.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, BRI Finance terus memperkuat sinergi dengan BRI Group sembari mengoptimalkan peluang bisnis secara selektif. Perusahaan juga mendorong perluasan kerja sama dengan mitra strategis, pengembangan segmen bisnis potensial, dan peningkatan efektivitas pemasaran untuk mendukung penyaluran pembiayaan.
Strategi ini sejalan dengan kinerja penyaluran pembiayaan BRI Finance yang tercatat tumbuh 110,09% secara tahunan. “Kami juga memastikan bahwa upaya mendorong pertumbuhan dilakukan secara selektif dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan dan menerapkan prinsip kehati-hatian, sehingga pertumbuhan bisnis dapat berlangsung secara berkelanjutan,” tutup Aditia.
Sumber: PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance).





