
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merevisi proyeksi pertumbuhan piutang pembiayaan industri perusahaan multifinance pada akhir 2026 menjadi 2%-4% secara tahunan (YoY), turun dari proyeksi sebelumnya yang berada di kisaran 6%-8%. Penyesuaian ini mencerminkan tekanan yang masih dihadapi industri, seiring data menunjukkan piutang pembiayaan hanya tumbuh 1,68% YoY per Agustus 2026.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menilai proyeksi baru tersebut cukup realistis mengingat dinamika ekonomi global yang berpotensi menekan daya beli masyarakat, penjualan kendaraan bermotor, serta permintaan pembiayaan investasi.
Strategi Hadapi Perlambatan
Menurut Dhani, kondisi industri yang melambat menjadi momentum bagi BRI Finance untuk memperkuat strategi bisnis. Perusahaan berfokus mengoptimalkan sinergi dengan BRI Group, memperkuat kerja sama dengan mitra strategis, serta menggarap segmen pembiayaan yang dinilai masih potensial, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dan kualitas aset.
Efektivitas strategi pemasaran juga terus ditingkatkan agar penyaluran pembiayaan dapat tumbuh secara berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan profil risiko nasabah.
Kinerja Penyaluran Pembiayaan
Di tengah perlambatan industri secara umum, BRI Finance mengklaim total penyaluran pembiayaannya tumbuh 110,09% YoY berdasarkan data internal perusahaan. Capaian ini disebut sebagai salah satu indikator perkembangan bisnis perseroan di tengah dinamika industri multifinance nasional.
Sumber: BRI Finance.





