
Harga emas dunia (XAUUSD) berpotensi melanjutkan tren pelemahan setelah kembali gagal menembus zona resistance di kisaran US$4.217 hingga US$4.218. Berdasarkan analisis PT Dupoin Futures Indonesia, kondisi ini membuka peluang terjadinya koreksi harga menuju area support di US$4.125 sampai US$4.100, selama harga emas masih bertahan di bawah level resistance utama tersebut.
Sinyal Teknikal dan Pola ABC Correction
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai kegagalan emas menembus resistance menjadi sinyal penting dalam membaca pergerakan harga pada timeframe harian. Menurutnya, momentum beli belum cukup kuat untuk mendorong harga melewati zona tersebut. Dalam skenario teknikal yang disusun Dupoin Futures, harga emas berpotensi membentuk pola ABC Correction yang mengarah pada pelemahan lanjutan, dengan US$4.217–US$4.218 sebagai level kunci untuk menilai apakah tren koreksi masih berlanjut atau justru berbalik arah.
Baca juga:
- Prediksi Emas Hari Ini: Tertahan di US$4.200, Target US$4.065
- Harga Emas Berpeluang Naik ke US$4.253, Ini Support Kuncinya
Faktor Fundamental: Inflasi AS dan Kebijakan The Fed
Dari sisi fundamental, pergerakan emas masih dipengaruhi oleh data inflasi Amerika Serikat dan ekspektasi kebijakan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed). Inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan sempat mendorong penguatan dolar AS dan menekan harga emas, karena emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor dengan mata uang lain. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga dapat mengalihkan minat investor ke instrumen berbunga, sehingga menekan permintaan emas. Sebaliknya, pelemahan imbal hasil obligasi dan berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga berpotensi memberi dukungan bagi harga emas.
Faktor geopolitik, khususnya ketegangan di Timur Tengah, juga disebut dapat meningkatkan permintaan emas sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global, yang berpotensi menjadi penyeimbang tekanan dari penguatan dolar AS.
Dupoin Futures menegaskan bahwa proyeksi tersebut merupakan hasil pembacaan kondisi teknikal dan fundamental, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi. Pelaku pasar disarankan tetap memantau pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi, kebijakan The Fed, dan perkembangan geopolitik sebelum mengambil keputusan investasi.
Sumber: PT Dupoin Futures Indonesia.





