
Harga emas dunia (XAUUSD) diproyeksikan masih berpotensi melanjutkan pelemahan setelah berulang kali gagal menembus zona resistance di kisaran US$4.200-4.226. Menurut analisis PT. Dupoin Futures Indonesia, penolakan harga di area tersebut membentuk pola Swing High baru yang membuka peluang koreksi lanjutan menuju zona support US$4.102-4.065.
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai kegagalan emas menembus resistance tersebut menjadi sinyal penting dalam membaca arah pergerakan harga. Pada grafik harian, pergerakan yang masih tertahan di zona itu berpotensi melanjutkan pola koreksi ABC, dengan area US$4.102-4.065 sebagai target penurunan berikutnya jika tekanan jual berlanjut.
Baca juga:
- Prediksi Harga Emas Pekan Depan: Target Menguat ke US$4.233
- Harga Emas Hari Ini Tertekan di Bawah US$4.300, Ini Prediksinya
Faktor Dolar AS dan Suku Bunga The Fed
Dari sisi fundamental, prospek emas turut dipengaruhi oleh perkembangan inflasi Amerika Serikat dan arah kebijakan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed). Inflasi yang bertahan tinggi dapat membuat The Fed menahan suku bunga di level tinggi lebih lama, sehingga investor cenderung beralih ke instrumen berimbal hasil dan menekan harga emas. Penguatan dolar AS serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS disebut menjadi dua faktor utama yang membuat emas kurang menarik, mengingat logam mulia ini tidak memberikan bunga atau pendapatan berkala.
Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik global masih berpotensi menjadi penopang harga emas sebagai aset safe haven. Jika risiko pasar meningkat, permintaan terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai dapat menahan pelemahan atau bahkan memicu pemulihan harga.
Dupoin Futures menegaskan bahwa selama harga emas belum menembus resistance US$4.200-4.226, peluang pelemahan ke arah US$4.102-4.065 masih terbuka. Namun proyeksi ini merupakan skenario berdasarkan kondisi pasar saat ini, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi, mengingat perkembangan geopolitik dan ekspektasi suku bunga dapat berubah sewaktu-waktu.
Sumber: PT. Dupoin Futures Indonesia.





