FASH-UP LOCAL 2026: Pelindo Sinergi Lokaseva Latih UMK Fashion

FASH-UP LOCAL 2026: Pelindo Sinergi Lokaseva Latih UMK Fashion

PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) menggelar program peningkatan kapasitas bertajuk FASH-UP LOCAL (Fashion Design Up-Skilling for Local Business) bagi UMK binaan di sektor fashion. Program ini merupakan bagian dari upaya PSL memperkuat ekonomi kreatif melalui pengembangan desain, inovasi produk, dan penguatan identitas merek pelaku usaha kecil.

Pelatihan diselenggarakan bersama Yayasan Pendidikan Desain Indonesia (YPDI) pada 5–9 Oktober 2026 di Kampus ESMOD Pro Jakarta. Selama lima hari dengan total 30 jam pembelajaran, peserta mendapat materi mulai dari fashion business, reference board development, design exploration, hingga technical drawing yang dibimbing oleh pengajar profesional.

Bacaan Lainnya

Enam UMK Terpilih dari Proses Kurasi

Dari 16 UMK fashion yang mendaftar dari 10 kota, panitia menyeleksi enam UMK sebagai peserta pelatihan, dengan perwakilan dari Jabodetabek, Semarang, Surabaya, dan Medan. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan yang kerap dihadapi pelaku UMK fashion, terutama dalam hal inovasi desain, pengembangan produk, dan pembangunan identitas merek di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis.

Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PSL, Dewi Fitriyani, mengatakan pengembangan kapasitas menjadi salah satu fokus perusahaan dalam mendampingi UMK agar mampu merespons kebutuhan pasar. Program ini merupakan bagian dari inisiatif pemberdayaan UMK bernama Maritimepreneur yang dijalankan PSL.

Salah satu peserta, Dania Sindi Qistina, mengaku program tersebut memberi wawasan baru dalam menguatkan identitas brand serta mengembangkan ide menjadi desain yang lebih terstruktur sesuai kebutuhan pasar. PSL menyebut program pemberdayaan UMK ini juga sejalan dengan agenda penguatan ekonomi kerakyatan dan kewirausahaan nasional.

Catatan Redaksi. Program seperti FASH-UP LOCAL umumnya bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) BUMN, yang mewajibkan perusahaan negara mengalokasikan sebagian labanya untuk pembinaan usaha kecil di sekitar wilayah operasinya. Proses kurasi ketat, dari puluhan pendaftar menjadi enam peserta, lazim diterapkan agar pelatihan intensif seperti ini bisa fokus mendampingi peserta secara mendalam, bukan sekadar menjangkau banyak orang secara dangkal.

Sumber: PT Pelindo Sinergi Lokaseva.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan