
Restoran asal Seoul, Korea Selatan, Bbasam, resmi membuka gerai internasional pertamanya di Kerobokan, Bali, pada Oktober 2026. Ini menjadi langkah awal ekspansi Bbasam ke luar Korea Selatan, dengan operasional di Bali dikelola oleh Kawano Group, perusahaan F&B yang juga menaungi beberapa restoran lain seperti The Grill, Honzen, dan Tonton Kumamoto Ramen Bar.
Samgyeopsal dengan Proses Aging 144 Jam
Keunikan Bbasam terletak pada teknik pengolahan dagingnya. Samgyeopsal yang disajikan melalui proses aging selama 144 jam dalam dua tahap: 72 jam dry-aging untuk mengurangi kadar air dan memperkaya rasa, lalu dilanjutkan 72 jam aging setelah daging dilapisi butter. Lapisan butter berfungsi melindungi daging dari udara selama proses berlangsung, menghasilkan tekstur renyah di luar namun tetap juicy di bagian tengah.
Gyeo-wool Kim, Owner Chef Bbasam, menjelaskan bahwa kombinasi butter dan pork belly kerap dibayangkan terasa berat, namun hasil akhirnya justru memberi kedalaman rasa dan karakter toasty tanpa membuat daging terasa berminyak.
Mengapa Memilih Bali
Bali dipilih sebagai pintu masuk internasional pertama Bbasam karena karakternya sebagai destinasi yang mempertemukan wisatawan dan penduduk dari berbagai negara. Restoran ini berlokasi di Jalan Raya Kerobokan, kawasan kuliner yang ramai di antara Seminyak dan Canggu. Deri, Marketing Manager Kawano Group, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan pengalaman Korean dining yang tetap diingat pengunjung meski mereka sudah kembali ke negara asal.
Konsep Panggang di Meja
Di Bbasam, setiap potongan daging dipanggang langsung di meja oleh staf restoran agar tekstur dan rasa terbaik tersaji tepat waktu. Selain butter-aged samgyeopsal sebagai menu andalan, restoran ini juga menawarkan berbagai potongan daging lain, sup khas Korea, serta hidangan penutup. Bbasam Bali memiliki kapasitas sekitar 80 orang yang tersebar di dua lantai, dengan area duduk dekat jendela di lantai atas.
Catatan Redaksi. Dry-aging adalah teknik mematangkan daging tanpa kemasan dalam suhu dan kelembapan terkendali, biasanya untuk daging sapi premium, sehingga enzim alami memecah serat otot dan membuat rasa lebih pekat sekaligus mengurangi kadar air. Melapisi daging dengan butter di tahap berikutnya berfungsi menjaga permukaan dari oksidasi udara, mirip peran lemak pembungkus pada dry-aging steak, yang menjelaskan mengapa teksturnya bisa renyah di luar tapi tetap juicy di dalam.
Sumber: Kawano Group, operator Bbasam Bali.





